
Red Flag yang Perlu Dipantau dari Berbagai Aspek
1. Tidak ada perkembangan komunikasi dari waktu ke waktu
Hal yang paling penting bukan sekadar membandingkan jumlah kata dengan anak lain, tetapi melihat apakah kemampuan komunikasi si Kecil terus bertambah. Apakah ia semakin banyak menggunakan bunyi, gestur, kata, atau kombinasi kata? Apakah ia semakin mudah menyampaikan keinginan? Perkembangan yang sangat lambat atau menetap dalam waktu lama layak dibicarakan dengan tenaga profesional.
2. Sangat sedikit kata atau belum menggabungkan dua kata sekitar usia 2 tahun
ASHA menyebut salah satu kriteria yang banyak digunakan dalam penelitian late language emergence adalah kosakata ekspresif kurang dari 50 kata dan belum menggunakan kombinasi dua kata pada usia 24 bulan. Angka ini bukan alat diagnosis mandiri, tetapi dapat menjadi sinyal untuk melakukan pemantauan atau skrining lebih lanjut.
3. Kesulitan memahami bahasa atau instruksi sederhana
Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami kata, pertanyaan, dan instruksi. NIDCD mencatat bahwa pada rentang usia 1–2 tahun anak biasanya mulai mengikuti perintah sederhana dan memahami pertanyaan sederhana. Bila anak sering tampak tidak memahami bahasa yang sudah sesuai konteks dan usianya, sampaikan kekhawatiran tersebut saat konsultasi.
4. Minim gestur dan komunikasi nonverbal
Sebelum mampu berbicara panjang, anak berkomunikasi melalui menunjuk, melambaikan tangan, mengangkat tangan untuk minta digendong, tatapan, ekspresi, dan vokalisasi. ASHA memasukkan penggunaan gestur, permainan simbolik, dan komunikasi sosial sebagai aspek penting dalam penilaian anak yang bahasanya terlambat.
5. Sulit didengar atau tidak konsisten merespons suara
Pendengaran mempunyai peran besar dalam perkembangan suara, bicara, dan bahasa. NIDCD mengingatkan bahwa sebagian anak dapat mengalami masalah pendengaran setelah lahir. Jika anak tidak konsisten menoleh ke suara, tidak merespons panggilan, atau ada riwayat masalah telinga, pemeriksaan pendengaran dapat menjadi bagian penting dari evaluasi.