Menurut laporan, insiden ini dipicu oleh rasa frustrasi sang ayah yang kesal karena anaknya terus menangis di tengah situasi banjir yang menyulitkan warga sekitar.
Beruntung, pihak berwenang segera bertindak dan menahan pelaku atas dugaan kekerasan terhadap anak.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua tentang pentingnya mengendalikan emosi dalam mengasuh anak.
6 Pentingnya Mengendalikan Emosi di Depan Balita

Sebagai orang tua, menghadapi tekanan dan stres dalam kehidupan sehari-hari memang tidak mudah.
Namun, mengendalikan emosi di depan anak sangatlah penting agar mereka tidak mengalami trauma atau merasa tidak aman. Berikut beberapa cara untuk menjaga emosi di depan anak:
1. Kenali Pemicu Emosi
Memahami hal-hal yang membuat Bunda atau Ayah mudah marah bisa membantu dalam mengontrol reaksi. Jika sudah mengetahui pemicunya, cobalah untuk mencari cara lain dalam menghadapinya tanpa melampiaskannya pada anak.
2. Ambil Napas Dalam dan Beri Jeda
Saat merasa marah atau frustrasi, ambil napas dalam-dalam dan beri jeda sebelum bereaksi. Jika memungkinkan, menjauh sejenak dari situasi yang memicu emosi dapat membantu menenangkan diri sebelum kembali berinteraksi dengan anak.
3. Gunakan Kata-Kata Positif
Alih-alih membentak atau berkata kasar, cobalah untuk menggunakan kata-kata yang lebih positif dan menenangkan. Komunikasi yang baik akan membantu anak merasa lebih aman dan dihargai.
4. Cari Dukungan dan Jangan Ragu Meminta Bantuan
Tidak ada salahnya meminta bantuan dari pasangan, keluarga, atau teman ketika merasa kewalahan. Jika emosi sulit dikendalikan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau konselor keluarga.