Bahasa Ekspresif vs Reseptif: Apa Bedanya dan Bagaimana Menstimulasinya?

Syafaria Hadyandari
7 Min Read
bahasa ekspresif dan reseptif pada anak saat berkomunikasi dengan ibu
Bahasa ekspresif dan reseptif pada anak saat berkomunikasi dengan ibu
Bahasa Reseptif dan Ekspresif dalam Aktivitas Harian
Bahasa Reseptif dan Ekspresif dalam Aktivitas Harian

5 Cara Menstimulasi Bahasa Reseptif dan Ekspresif Anak

1. Beri instruksi sederhana dan konkret

Mulailah dari kalimat pendek yang terkait dengan aktivitas saat itu, seperti “Ambil sendok” atau “Taruh mobil di meja”. Setelah anak terbiasa, tingkatkan perlahan menjadi dua langkah sesuai kemampuannya.

2. Beri nama pada benda dan tindakan

Saat bermain atau melakukan rutinitas, narasikan apa yang terjadi: “Kakak menuang air,” “Mobil merah jalan,” atau “Adik pakai sepatu.” Paparan kata yang relevan membantu anak menghubungkan bunyi, makna, objek, dan tindakan.

3. Ajukan pertanyaan lalu beri waktu menjawab

Hindari langsung menjawab pertanyaan untuk anak. Setelah bertanya, beri jeda beberapa detik agar ia memiliki kesempatan memproses informasi dan merancang respons. Jika masih sulit, Bunda dapat memberikan pilihan, misalnya “Mau pisang atau apel?”

Baca Juga  Mengintip Metode BLW yang Dipilih Nikita Willy untuk MPASI Baby Issa, Amankah?

4. Perluas ucapan anak

Jika anak berkata “kucing tidur”, Bunda dapat menanggapi, “Iya, kucing putihnya sedang tidur di sofa.” Teknik ini memberi model kalimat yang sedikit lebih kaya tanpa membuat anak merasa sedang diuji.

5. Gunakan buku, lagu, dan permainan bergantian

Saat membaca buku, minta anak menunjuk gambar yang Bunda sebutkan untuk melatih pemahaman, lalu tanyakan apa yang terjadi pada gambar untuk mengundang ekspresi. Lagu dengan gerakan dan permainan pura-pura juga menciptakan banyak kesempatan untuk mendengar, memahami, meniru, dan menggunakan bahasa.

Kapan Orang Tua Perlu Lebih Memperhatikan?

Perhatikan bila anak tampak konsisten kesulitan memahami instruksi yang sesuai usia, sangat sulit mempelajari kata baru, tidak menunjukkan kemajuan komunikasi, atau kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki. Kesulitan mengikuti arahan juga tidak selalu berarti anak sengaja tidak menurut; NIDCD mencatat bahwa pada developmental language disorder, sebagian anak dapat kesulitan mengikuti arahan karena tidak sepenuhnya memahami kata-kata yang disampaikan.

Baca Juga  Heboh! Bayi 13 bulan Dikerokin oleh Suster Sampai Kulitnya Merah, Ketahui 5 Dampaknya

Jika Bunda memiliki kekhawatiran, diskusikan dengan dokter anak atau tenaga profesional yang kompeten. Evaluasi bahasa dapat melibatkan speech-language pathologist/terapis wicara dan pemeriksaan pendengaran karena gangguan pendengaran juga dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa.

Dua Kemampuan yang Tumbuh Bersama

Bahasa reseptif membantu anak memahami dunia melalui kata, sedangkan bahasa ekspresif membantunya membagikan apa yang ia pikirkan dan rasakan. Stimulasi terbaik tidak harus berbentuk latihan formal. Percakapan saat makan, membaca buku bersama, bernyanyi, bermain, dan memberi anak kesempatan merespons dapat menjadi latihan bahasa yang bermakna. Fokuslah pada interaksi dua arah dan kemajuan si Kecil dari waktu ke waktu, bukan sekadar jumlah kata yang sudah ia kuasai.

Bunda ingin memperkaya stimulasi bahasa melalui rutinitas yang menyenangkan? Lanjutkan dengan artikel Hallo Bunda tentang membaca buku interaktif dan latihan meniru bunyi, lalu pilih satu aktivitas sederhana untuk dilakukan bersama si Kecil hari ini.

Baca Juga  Membaca Buku Interaktif: 7 Cara Sederhana Merangsang Bicara dan Bahasa Anak

FAQ (People Also Ask)

Apa perbedaan bahasa reseptif dan ekspresif?

Bahasa reseptif adalah kemampuan memahami pesan, sedangkan bahasa ekspresif adalah kemampuan menyampaikan pikiran, kebutuhan, atau perasaan melalui kata, kalimat, tanda, atau bentuk komunikasi lain.

Apa contoh kemampuan bahasa reseptif pada anak?

Contohnya menoleh saat dipanggil, menunjuk benda yang disebutkan, memahami pertanyaan sederhana, dan mengikuti instruksi sesuai tahap perkembangannya.

Apa contoh bahasa ekspresif pada anak?

Contohnya menggunakan gestur atau kata untuk meminta sesuatu, menyebut nama benda, menggabungkan kata, menjawab pertanyaan, dan menceritakan pengalaman sesuai tahap perkembangan.

Apakah anak bisa memahami banyak kata tetapi belum lancar bicara?

Bisa. Pemahaman dan kemampuan mengekspresikan bahasa dapat berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Namun pola perkembangan dan kemajuan anak tetap perlu dipantau.

Kapan perlu berkonsultasi tentang perkembangan bahasa anak?

Konsultasikan bila anak konsisten kesulitan memahami bahasa sesuai usia, tidak menunjukkan kemajuan komunikasi, kehilangan kemampuan yang pernah dimiliki, atau Bunda memiliki kekhawatiran tentang bicara, bahasa, maupun pendengarannya.

Share this Article
Reading: Bahasa Ekspresif vs Reseptif: Apa Bedanya dan Bagaimana Menstimulasinya?