Tidak banyak orang yang tahu bahaya dari kerokan. Padahal di balik manfaatnya yang sudah diyakini banyak orang ini menimbulkan bahaya yang perlu diwaspadai.
Namun, bukan angin duduk yang biasanya dipikirkan orang-orang, bahaya kerokan beragam mulai dari menyebabkan memar hingga meningkatkan risiko penularan penyakit.
Di Indonesia, kerokan dan meminum secangkir teh hangat menjadi solusi untuk menyembuhkan penyakit.
5 Dampak Kerokan untuk Tubuh si Kecil

Kerokan adalah metode pengobatan tradisional yang cukup sering dilakukan oleh masyarakat Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Dikutip dari situs Cleveland Clinic, secara umum metode pengobatan alternatif ini sebenarnya aman untuk dilakukan.
Teknik kerokan juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi dan mempercepat penyembuhan.
Namun, ada beberapa dampak kerokan yang bisa saja muncul sebagai efek samping, di antaranya:
1. Berisiko Menimbulkan Pendarahan
Kerokan tidak seharusnya menyebabkan pendarahan, namun bisa saja terjadi jika tekanan saat proses terapi pada kulit dilakukan secara berlebihan.
Maka dari itu, pecahnya pembuluh darah kapiler akibat dampak kerokan tidak hanya akan menghasilkan memar.
2. Mengakibatkan Rasa Nyeri
Mungkin ada beberapa orang yang bisa menahan sakitnya dikerok, tapi ada yang tidak bisa menahan rasa nyerinya.
Apabila si Kecil yang tak bisa menahan rasa sakit, sebaiknya jangan terlalu memaksakan untuk menjalani terapi ini.