3. Sebabkan Memar dan Bengkak
Proses kerokan akan membuat pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit atau pembuluh darah kapiler menjadi pecah.
Maka dari itu, kulit akan terlihat memar dan merah setelah terapi selesai melakukan terapi tersebut.
Pada beberapa orang, pembengkakan juga bisa muncul di area kulit yang sudah di kerok.
Umumnya memar dan pembengkakan yang terjadi akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau mingguan.
4. Memicu Penyakit Menular
Keluarnya darah dari permukaan kulit si Kecil, juga akan membuka kesempatan terjadinya salah satu bahaya kerokan, yaitu infeksi kulit yang bisa menular dari darah.
Risiko penularan penyakit melalui kerokan juga akan meningkat apabila koin atau alat lain yang digunakan untuk terapi tidak steril.
Begitu juga jika alat digunakan lebih dari satu orang.
5. Tidak Semua Tubuh Kuat Dikerok
Tidak semua orang cocok atau kuat dikerok lantaran terapi ini berhubungan dengan pembuluh darah kapiler.
Terlebih anak-anak yang memiliki tubuh dan kulit yang masih sensitif dan rentan.
Maka dari itu, jika tidak memiliki tubuh yang kuat sebaiknya menghindari kerokan lantaran dampaknya yang bisa sangat berbahaya.***