Heboh! Bayi 13 bulan Dikerokin oleh Suster Sampai Kulitnya Merah, Ketahui 5 Dampaknya

Lafa Zidan Alfaini
5 Min Read
Heboh! Bayi 13 bulan Dikerokin oleh Suster Sampai Kulitnya Merah, Ketahui 5 Dampaknya
Heboh! Bayi 13 bulan Dikerokin oleh Suster Sampai Kulitnya Merah, Ketahui 5 Dampaknya

3. Sebabkan Memar dan Bengkak

Proses kerokan akan membuat pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit atau pembuluh darah kapiler menjadi pecah.

Maka dari itu, kulit akan terlihat memar dan merah setelah terapi selesai melakukan terapi tersebut.

Pada beberapa orang, pembengkakan juga bisa muncul di area kulit yang sudah di kerok.

Umumnya memar dan pembengkakan yang terjadi akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari atau mingguan.

4. Memicu Penyakit Menular

Keluarnya darah dari permukaan kulit si Kecil, juga akan membuka kesempatan terjadinya salah satu bahaya kerokan, yaitu infeksi kulit yang bisa menular dari darah.

Baca Juga  Biar Nggak Boros Saat Besar, Yuk Ajarkan Anak Kelola Uang Sejak Dini, Bun!

Risiko penularan penyakit melalui kerokan juga akan meningkat apabila koin atau alat lain yang digunakan untuk terapi tidak steril.

Begitu juga jika alat digunakan lebih dari satu orang.

5. Tidak Semua Tubuh Kuat Dikerok

Tidak semua orang cocok atau kuat dikerok lantaran terapi ini berhubungan dengan pembuluh darah kapiler.

Terlebih anak-anak yang memiliki tubuh dan kulit yang masih sensitif dan rentan.

Maka dari itu, jika tidak memiliki tubuh yang kuat sebaiknya menghindari kerokan lantaran dampaknya yang bisa sangat berbahaya.***

TAGGED:
Share this Article
Reading: Heboh! Bayi 13 bulan Dikerokin oleh Suster Sampai Kulitnya Merah, Ketahui 5 Dampaknya