Faktor Penyebab Obesitas

Seperti dijelaskan di laman webmd, berikut beberapa penyebab yang bisa memicu obesitas pada anak, yaitu:
1. Faktor Genetik
Genetik sebagai hal yang diturunkan dalam keluarga ternyata juga berpengaruh terhadap kondisi obesitas yang dialami seseorang. Gen yang si Kecil warisi dari orang tua dapat mempengaruhi jumlah lemak tubuh yang disimpan dan di mana lemak tersebut didistribusikan. Genetika juga berperan dalam seberapa efisien tubuh mengubah makanan menjadi energi, bagaimana tubuh mengatur nafsu makan, dan bagaimana tubuh membakar kalori selama berolahraga.
2. Berat Badan Lahir Besar
Berat badan lahir kerap jadi tolok ukur kesehatan. Jika bayi memiliki berat badan lahir yang besar, maka bukan tak mungkin risiko obesitas akan menghantui. Berat badan ideal bayi dalam kondisi kehamilan penuh atau dilahirkan saat usia 38-40 minggu adalah 2-4 kilogram. Sementara ukuran panjang bayi rata-rata adalah 50-53 sentimeter.
3. Terlalu Lama Menonton TV
Balita yang jarang bergerak juga berisiko mengalami obesitas. Misalnya saja, balita yang menghabiskan lebih dari delapan jam untuk menonton TV.
4. Kurang Tidur
Tidur berkualitas bisa meningkatkan proses metabolisme tubuh. Hal ini pula yang membantu mencegah seseorang dari obesitas. Saat bayi tidur kurang dari 10,5 jam per malam pada usia 3 tahun, maka Bunda perlu waspada.
5. Pola Makan Tidak Sehat
Secara umum, penyebab utama dari obesitas adalah ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi yang diukur menggunakan unit kalori (Kal) dan kilokalori (kKal).
Mengatur pola makan yang dimaksud adalah dengan memperhatikan kandungan gizi dan juga jumlah asupan yang masuk, sehingga kalori dalam tubuh tidak menumpuk dan menyebabkan tubuh memiliki timbunan lemak yang tidak sehat.
Berikut ini adalah beberapa pola makan yang dapat menjadi penyebab obesitas pada seseorang, diantaranya, makanan gorengan, berlemak dan manis, kurang makan sayur dan buah, sering ngemil dan makanan dalam porsi yang besar.
Gejala Obesitas
Obesitas tahap awal tidak memiliki gejala yang berdampak pada tubuh. Pengidapnya tidak menyadari bahwa berat badannya terus meningkat serta pakaian lama menjadi kekecilan. Umumnya ia baru akan menyadari gejala tersebut setelah kerabat atau lingkungan sekitarnya mengingatkan dan memberi tahu.
Diagnosis untuk penyakit ini yaitu ketika indeks massa tubuh (BMI) adalah 30 atau lebih tinggi. Bagi yang mengalami obesitas juga umumnya mengalami keluhan berupa :
- Penumpukan lemak di tubuh, terutama di sekitar pinggang
- Mudah berkeringat
- Sering mendengkur
- Sesak napas
- Susah tidur
- Mudah lelah
- Bagian lipatan kulit lembap karena keringat sehingga menimbulkan iritasi
- Nyeri di persendian atau punggung.
Menurut World Health Organization (WHO), seseorang dapat dikatakan menderita obesitas apabila memiliki IMT lebih dari 25 kg/m. Sedangkan, Kementerian Kesehatan Indonesia menjelaskan bahwa seseorang yang menderita obesitas memiliki IMT lebih dari 25,1 kg/m.
Adanya satu kejadian baru ini seharusnya dapat menjadi lecutan bagi para orang tua agar jangan sampai terjadi pada sang buah hati. Saat anak bertubuh gemuk sering membuat orang dewasa di sekitarnya merasa gemas. Namun, orang tua patut waspada jika pertambahan berat badannya melebihi batas rata-rata anak sesuai usianya. Hal ini bisa dicurigai sang anak terkena obesitas karena terlalu gemuk.