“Herbal itu juga diketahui fungsinya dan bisa jadi bahan makan fungsional artinya yang di makan dari bahan tumbuh-tumbuhan, atau bisa jadi suplemen,” lanjutnya.
Tanaman-tanamanini juga mampu meningkatkan cara berpikir, memahami, belajar, hingga mengingat.
Perkembangan otak kaitannya bukan hanya otak itu sendiri, tapi bagaimana imunitasnya juga baik dan karenanya diperlukan bahan herbal-herbal yang bersifat imunomodelator.
“Sebetulnya perkembangan otak penerapannya bukan hanya otak itu sendiri, tapi bagaimana dia imunitasnya juga baik dan makanya diperlukan imuno herbal-herbal yang bersifat imunomodelator,” ujar Muthoharrah.
Hanya itu saja, nafsu makan juga mempengaruhi perkembangannya, jika tidak nafsy maka kebutuhannya juga tidak tercukupi.
“Pertama nafsu makannya harus baik, imunitas bagus, lalu baru berbicara tentang otaknya, kalo spesifik ke otak digunakan yang sudah tidak asing misalnya pegagan itu juga bagus untuk perkembangan otak anak,” ucapnya.
Bukan hanya pegagan saja, lalu ada kelor yang mudah untuk ditanam, nutrisinya juga sangat lengkap nutrisinya dan murah.
“Lalu ada kelor dia mudah ditanam dan gizinya sangat sangat lengkap nutrisinya dan urah juga, mungkin disayur bening itu ada daun kelor,” ujar Muthoharrah.
Muthoharrah mengungkapkan jadi bahan-bahan itu sebagai penunjang, karena dalam satu piring makan seharusnya terdiri dari karbohidrat dan protein.