1. Menyusu Membantu Membentuk Gigitan Mulut Bayi yang Lebih Baik
Sebuah studi di jurnal Pediatrics pada 2015 dan studi di Journal of the American Dental Association edisi Agustus 2017 menemukan bahwa bayi yang disusui secara eksklusif selama 6 bulan pertama cenderung tidak memiliki masalah penyelarasan gigi seperti gigitan terbuka, gigitan silang, dan gigitan berlebih.
Para peneliti membandingkan bayi yang disusui secara eksklusif dan bayi yang hanya disusui dalam waktu yang lebih singkat atau tidak sama sekali.
Namun, hal ini tidak berarti bahwa si Kecil yang ASI eksklusif tidak akan membutuhkan kawat gigi suatu hari nanti.
Faktor-faktor lain, termasuk genetika, penggunaan dot, dan mengisap jempol, memengaruhi keselarasan gigi.
Hal terbaik yang harus Bunda lakukan adalah membawa si Kecil ke dokter gigi dan memastikan dokter gigi dapat memantau gigi bayi tanggal pada waktu yang tepat dan gigi permanen tumbuh pada waktu yang tepat.
2. Bunda Tidak Harus Menyapih saat si Kecil Tumbuh Gigi
Ini adalah pertanyaan yang sering muncul, haruskah Bunda berhenti menyusui ketika Si Kecil mulai tumbuh gigi? Jawabannya tidak, jika Bunda tidak mau.
American Academy of Pediatrics merekomendasikan Bunda untuk menyusui Si Kecil selama tahun pertama kehidupan bayi.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong Bunda untuk menyusui Si Kecil selama dua tahun. Jadi, Bunda tidak harus segera menyapih saat Si Kecil tumbuh gigi.
3. Menyusui Berbeda dengan Penggunaan Botol Bayi
Jika Bunda berpikir bahwa memberi si Kecil ASI secara direct breastfeeding dengan memberi ASI melalui botol bayi adalah sama, maka Bunda salah besar.
Melansir dari Australian Breastfeeding Association, terdapat perbedaan yang sangat besar antara menyusu dengan botol dan mengisap payudara.
Ketika Si Kecil menyusu melalui botol, susu keluar ke bagian depan mulut mereka dan mengendap di sekitar gigi. Jika mereka tertidur dengan botol di mulut, dot terus perlahan membocorkan susu yang tersisa di dalam botol ke dalam mulut bayi.
Sedangkan ketika si Kecil menyusu pada payudara Bunda, mereka menarik puting ke bagian belakang mulut dan susu keluar ke tenggorokan, sehingga si Kecil langsung menelan susu.
Dengan demikian, tidak ada susu yang mengendap di sekitar gigi si Kecil.
Ketika si Kecil tertidur saat menyusu pada payudara, tidak ada susu yang tersisa di mulut mereka karena tidak ada yang mengisap secara aktif.