2. Mengindikasikan Fobia Tertentu
Banyak orang yang membawa ponsel hingga ke kamar mandi umumnya karena takut ketinggalan informasi, percakapan, perkembangan terkini, dan lain-lain.
Fenomena ini disebut FOMO (Fear of Missing Out). Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi seluler mengakibatkan arus berita dan informasi berlangsung ekstra cepat.
Namun tidak ingin lepas sama sekali dari ponseldapat mengindikasikan gejala stres dan masalah mental. Gangguan ini disebut nomophobia (no mobile phobia) atau takut dan cemas berlebihan saat berjauhan dari ponselnya.
Tentu tidak serta merta seseorang yang membawa ponsel dan memainkannya di kamar mandi adalah penyandang nomofobia.
Namun, jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus dan dalam jangka waktu panjang, tidak mustahil gangguan ini akan menyerang.
3. Ponsel Menjadi Pembawa Kuman
Sebelum keluar dari kamar mandi, mayoritas orang mencuci tangan dengan sabun menyemprotkan hand sanitizer. Lantas, apakah umumnya ponselnya ikut dibersihkan?
Tentu, sebagian besar tidak melakukannya. Padahal, ponsel yang dibawa masuk ke kamar kecil kemungkinan besar terpapar kuman.
Membawanya keluar dalam kondisi kotor akan menyebabkan kuman tersebut tersebar kemana-mana.
Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa handphone dapat membawa kuman yang berasal dari toilet.
4. Mengganggu Proses BAB
Membawa ponsel (dan menggunakannya) ke dalam kamar mandi dapat mendistraksi seseorang dari tujuan awalnya: buang air besar.
Duduk di toilet tidak dianjurkan lebih dari 10 menit. Namun dengan ponsel di tangan, proses tersebut dapat berlangsung lebih dari 20 menit.
Pada akhirnya, hal ini akan mengganggu proses pencernaan karena proses mengejan saat akan BAB menjadi terlupakan.
Otak akan fokus layar ponsel dan ‘lupa’ mengingatkan usus untuk berkontraksi. Dalam jangka waktu panjang, hal ini akan mengganggu sistem kerja pencernaan.***