2. Tidak Cocok dengan Produk Makeup/Skincare
Nah, ini jadi salah satu “kambing hitam” paling hype penyebab kulit bruntusan.
Penggunaan produk kosmetik atau perawatan kulit yang tidak cocok dengan jenis kulitmu bisa memicu reaksi bruntusan.
Bahan-bahan yang ada dalam produk perawatan kulit, seperti krim, sabun, atau toner, dapat mengandung bahan yang mungkin tidak cocok dengan jenis kulitmu.
Misalnya, kulit sensitif mungkin merespons buruk terhadap bahan yang mengiritasi.
Penggunaan terlalu banyak produk eksfoliasi seperti scrub juga bisa menyebabkan ketidakcocokan pada kulit wajah.
Ketidakcocokan berupa iritasi dimana lapisan atas kulit mengalami kerusakan yang berujung pada bruntusan.
Hati-hati, jangan sampai eksfoliasi secara berlebihan.
3. Stres Bisa Menimbulkan Bruntusan pada Wajah
Stres juga dapat memengaruhi munculnya bruntusan, lho. Saat kamu mengalami stres, tubuh melepaskan hormon stres seperti kortisol.
Fluktuasi hormon ini dapat memengaruhi produksi minyak pada kulit, yang dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan munculnya bruntusan.
Saat stres, beberapa orang juga cenderung menggaruk atau menyentuh wajah lebih sering.
Hal ini dapat menyebabkan penyebaran bakteri dan kotoran pada wajah, sehingga memicu peradangan dan bruntusan.
4. Polusi dan Lingkungan
Paparan dari lingkungan eksternal seperti polusi udara dan lingkungan yang tidak bersih juga bisa menyebabkan bruntusan.
Udara yang terkontaminasi polusi dapat mengandung partikel-partikel kecil seperti debu, zat kimia, dan bahan beracun lainnya.
Partikel-partikel ini dapat menempel pada kulit dan menyebabkan iritasi serta peradangan, yang akhirnya dapat menyebabkan bruntusan.
Sedangkan, sinar matahari dan faktor lingkungan lainnya dapat menghasilkan radikal bebas dalam tubuhmu.
Radikal bebas ini dapat merusak sel-sel kulit, mengganggu produksi minyak, dan memicu masalah kulit termasuk bruntusan.