Ciri Komunikasi Dua Arah yang Sehat
| Ciri | Penjelasan |
|---|---|
| Tanya & Jawab | Bunda ajukan pertanyaan terbuka, biarkan anak menjawab dan merespons |
| Mendengarkan Aktif | Tatap mata, ulang kata mereka, beri waktu bicara tanpa interupsi |
| Umpan Balik Positif | Tanggapi pendapat anak dengan kalimat seperti “Aku paham…” atau “Kamu hebat bisa bilang itu” |
| Percakapan Bergantian | Setelah anak bicara, Bunda juga buka peluang bicara dengan alami, bukan langsung instruksi |
Cara Praktis Latih Komunikasi Dua Arah
-
Ritual Harian: Mulai ngobrol saat sarapan atau sebelum tidur soal cerita harian mereka.
-
Waktu Mendengarkan: Setiap hari sisihkan 10 menit khusus “curhat” tanpa gawai.
-
Latihan Ekspresi: Ajari anak menamai perasaan: senang, kesal, kecewa—lalu dengarkan ceritanya.
-
Bermain Peran: Pura-pura jadi guru & murid atau dokter & pasien—ini melatih anak merespon ketika giliran berganti.
-
Beri Pilihan: Tanyakan dua opsi, misal “Mau sarapan bubur atau roti?” – ini melatih anak untuk berpikir dan menyampaikan pilihan.
Manfaat Jangka Panjang untuk Si Kecil
-
Kemampuan sosial meningkat: mudah menjalin persahabatan karena terbiasa bicara & mendengar
-
Keterampilan emosional lebih sehat: anak belajar menyampaikan kebutuhan tanpa teriak
-
Keterbukaan dalam keluarga: anak jadi lebih berani curhat soal hal sulit, seperti di sekolah