5. Niacinamide
Niacinamide juga termasuk kandungan skincare yang aman digunakan saat program hamil.
Jurnal yang diterbitkan The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menyebut, niacinamide memiliki kandungan antioksidan.
Peran antioksidan tersebut dapat mengurangi hiperpigmentasi kulit, mengurangi kerutan dan garis-garis halus di wajah, serta meningkatkan elastisitas kulit.
Itu tadi daftar kandungan skincare yang aman digunakan saat program hamil.
Pastikan Bunda memilih produk skincare yang aman saat program hamil.
3 Kandungan Skincare yang Tidak Aman untuk Ibu Hamil

Beberapa kandungan skincare yang tidak boleh untuk ibu hamil mungkin tidak asing bagi perawatan kulit sehari-hari.
Berikut beberapa kandungan skincare yang tidak boleh digunakan atau harus dihindari oleh Bunda selama masa kehamilan:
1. Retinoid
Ibu hamil perlu menghindari retinoid atau retinol yang kerap terkandung dalam sejumlah skincare antijerawat.
Meskipun tingkat penyerapan retinol dan retinoid melalui kulit tidak tinggi, ada beberapa laporan kasus yang terisolasi tentang embriopati yang disebabkan oleh retinoid.
Embriopati adalah masalah kelainan perkembangan embrio atau janin.
2. Asam Salisilat Dosis Tinggi
Sering digunakan untuk melawan jerawat, konsentrasi rendah asam salisilat dinilai aman untuk digunakan selama kehamilan. Namun, asam salisilat dengan dosis tinggi sebaiknya dihindari oleh ibu hamil.
Agar lebih aman, sebaiknya periksakan diri ke dokter umum atau dokter kulit sebelum menggunakan skincare yang mengandung asam salisilat.
Dalam konsentrasi rendah hingga 2%, kecil kemungkinannya untuk menimbulkan risiko pada bayi yang sedang berkembang, tetapi tidak boleh digunakan dalam persentase yang tinggi seperti yang ditemukan pada produk perawatan kulit kimiawi.
3. Hidrokuinon
Hidrokuinon adalah produk resep untuk mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi yang terjadi akibat melasma dan kloasma selama kehamilan.
Healthline melaporkan, tidak ada hubungan yang terbukti antara cacat bawaan atau efek samping dari hidrokuinon.
Namun karena tubuh Bunda dapat menyerap hidrokuinon dalam jumlah yang signifikan dibandingkan dengan bahan lainnya (35% hingga 45%), langkah terbaik adalah membatasi penggunaan hidrokuinon selama kehamilan.***