Apakah Berpuasa Saat Menyusui Dapat Membahayakan Kesehatan Bunda?
Sebenarnya tubuh Bunda cenderung dapat menjalani puasa dengan baik. Namun jika berpuasa dalam jangka waktu lama dapat berisiko mengalami gula darah rendah. Jika mulai merasakan efek puasa secara fisik, mungkin Bunda perlu berbuka puasa demi kebaikan diri sendiri.
Bunda dapat mendeteksi tanda-tanda dehidrasi selama berpuasa, seperti merasa sangat haus, bau badan kuat, merasa pusing dan merasa sangat lelah. Jika mulai mendapati beberapa tanda ini, Bunda harus segera berbuka puasa dengan minuman manis.
Idealnya minuman yang baik yaitu yang mengandung gula dan garam. Bunda bisa menggunakan larutan rehidrasi oral seperti oralit maupun minuman isotonik. Setelah berbuka puasa sebaiknya Bunda langsung beristirahat dengan cukup. Setelah setengah jam, jika masih merasa tidak enak badan, hubungi dokter, bidan, atau petugas kesehatan.

Jika bayi berusia kurang dari 6 bulan, keputusan untuk berpuasa di bulan Ramadan memang harus dipertimbangkan secara matang. Karena pada usia tersebut, bayi hanya mengonsumsi ASI dan memiliki pola menyusu berbeda dengan bayi 1 tahun ke atas yang sudah mendapat makanan pendamping ASI.
Untuk memutuskan apakah Bunda bisa berpuasa atau tidak, maka Bunda perlu untuk mempertimbangkan apakah bayi sudah cukup menerima ASI selama Bunda berpuasa.
Tanda Bayi Tidak Cukup ASI Saat Bunda Berpuasa
Bayi yang memiliki kekurangan asupan ASI saat Bunda menjalankan ibadah puasa memiliki ciri sebagai berikut:
- Lebih jarang berganti popok dari biasanya (bayi baru lahir yang disusui harus ganti popok setidaknya enam kali sehari sejak usia lima hari)
- Kulit bayi akan berwarna kuning tua jika ia mengalami dehidrasi
- Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
- Memiliki titik lunak cekung di kepalanya (fontanelle)
- Tampak tidak puas setelah menyusu, menangis untuk segera diberi makan lagi
- Tangan dan kaki bayi lebih dingin dari biasanya, meskipun sudah dipakaikan kaos kaki dan sarung tangan
- Menurunnya berat badan
- Tampak selalu gelisah
- Mudah rewel, bayi yang kekurangan ASI akan cenderung lebih rewel dan terlihat sangat lemas. Bayi yang cukup mengonsumsi ASI akan lebih ceria dibandingkan dengan bayi yang kurang ASI. Bayi yang kekurangan ASI akan mudah tertidur saat menyusui dan ketika posisinya dipindahkan akan menangis.
- Warna urin cenderung gelap dan kemerahan. Bayi yang mendapatkan cukup ASI akan memiliki warna urin yang pucat dan juga cenderung bening. Namun, warna urin pada bayi yang kurang ASI akan terlihat lebih gelap kemerahan seperti jus apel merah. Kondisi tersebut disebabkan oleh dehidrasi yang terjadi pada bayi. Dan hal tersebut tidak boleh dibiarkan dan harus segera dikonsultasikan ke dokter.
Jika Bunda memilih untuk berpuasa, penting untuk berbicara dengan ahli kesehatan terlebih dahulu. Mereka dapat memberi tahu tentang makanan yang tepat untuk membantu meningkatkan nutrisi ASI saat sahur dan berbuka puasa.