4. Indra Penglihatan
Pada minggu ke-16, mata janin sudah cukup berkembang untuk mendeteksi cahaya dari dunia luar.
Untuk mendorong perkembangan penglihatan yang sehat, fokuslah pada mengonsumsi makanan bergizi tinggi vitamin A.
Juga menghindari asap rokok, yang dapat mengganggu perkembangan penglihatan.
Meskipun kegelapan di dalam rahim tidak membuat rahim terlihat indah, sinar matahari cukup terang untuk menembus kulit dan memberikan sedikit cahaya pada janin.
Penelitian terbaru memberi tahu kita bahwa paparan sinar matahari di dalam rahim dapat membantu perkembangan penglihatan.
Satu lagi alasan untuk berjalan-jalan santai dan tenang di bawah sinar matahari bersama si Kecil.
5. Indra Peraba
Mulai sekitar minggu ke-19 (beberapa orang berpendapat sejak minggu ke-8), janin mulai sensitif terhadap rangsangan sentuhan.
Namun, hanya sedikit bukti yang menunjukkan bahwa janin merasakan banyak hal yang terjadi di dunia luar saat bertumbuh di dalam rahim.
Bunda mungkin secara naluriah meletakkan tangan di perut saat janin yang menggeliat menendang kandung kemih.
Tetapi tidak ada yang tahu apakah janin benar-benar dapat merasakan upaya Bunda itu.
Oleh karena itu, memberikan kenyamanan sentuhan sesegera mungkin setelah bayi lahir menjadi semakin penting.
Kontak kulit ke kulit setelah lahir sangat bermanfaat untuk regulasi fisiologis bayi, keterikatan, menyusui, tidur, dan banyak lagi.
Janin Bisa Merasakan Manfaat Sinar Matahari saat Berada di Dalam Rahim

Secara tradisional, kita mengaitkan sinar matahari dengan produksi vitamin D dalam tubuh.
Vitamin D penting untuk penyerapan kalsium dan kesehatan tulang, baik bagi ibu maupun janin yang sedang berkembang.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sinar matahari mungkin mempunyai efek langsung tambahan pada kulit dan kesehatan kehamilan secara keseluruhan.
Sebuah studi inovatif yang dilakukan di Edinburgh Centre antara tahun 2008 dan 2021 mengungkapkan temuan menarik tentang potensi manfaat sinar matahari selama kehamilan.
Studi tersebut mengeksplorasi hubungan antara paparan sinar matahari, kesehatan plasenta, dan risiko komplikasi kehamilan seperti pre-eklamsia, hambatan pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan lahir mati.
Bertentangan dengan anggapan umum, penelitian ini menunjukkan bahwa efek positif sinar matahari terhadap hasil kehamilan mungkin tidak hanya disebabkan oleh vitamin D.
Para peneliti di balik penelitian ini memeriksa data dari lebih dari 550.000 kelahiran, melakukan referensi silang dengan data cuaca untuk menentukan kemungkinan paparan sinar UV pada ibu selama kehamilan.
Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV), sejenis radiasi yang, dalam dosis tinggi, dapat merusak.
Namun, penelitian tersebut menemukan bahwa paparan sinar matahari dalam jumlah sedang dikaitkan dengan hasil positif pada kehamilan, yaitu:
- Berat badan saat lahir: Jumlah jam yang dihabiskan di bawah sinar matahari berkorelasi dengan peningkatan berat badan lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang lebih banyak terpapar sinar matahari cenderung memiliki berat badan lahir lebih tinggi, yang umumnya dianggap sebagai indikator positif kesehatan janin.
- Kelahiran prematur: Penelitian ini juga mengungkapkan hubungan antara sinar matahari dan penurunan risiko kelahiran prematur. Ibu yang menerima lebih banyak paparan sinar matahari selama kehamilan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami persalinan prematur, sehingga janin memiliki peluang lebih besar untuk berkembang sepenuhnya sebelum lahir ke dunia.
Temuan ini menekankan potensi manfaat sinar matahari selama kehamilan dan mendorong penyelidikan lebih lanjut mengenai mekanisme yang mendasari hubungan sinar matahari-plasenta.***