Cara Menangani Pernikahan yang Sudah di Ujung Tanduk: Bertahan atau Melepaskan dengan Bijak

Lafa Zidan Alfaini
3 Min Read
Cara Menangani Pernikahan yang Sudah di Ujung Tanduk: Bertahan atau Melepaskan dengan Bijak

Langkah Pertama: Sadari dan Terima Kondisinya

Langkah Pertama: Sadari dan Terima Kondisinya
  • Jangan menyangkal atau pura-pura semua baik-baik saja.
  • Menyadari bahwa pernikahan sedang bermasalah adalah langkah awal untuk menemukan jalan keluar.
  • Bicarakan perasaan Bunda, bahkan jika awalnya hanya lewat tulisan atau curhat ke orang terpercaya.

Cara Menangani Pernikahan yang Renggang:

  1. Berhenti Menyalahkan, Mulai Mendengarkan
    Komunikasi bisa pulih jika masing-masing bersedia mendengar tanpa menghakimi. Cobalah bicara dari hati ke hati—dengan tenang, bukan saat emosi memuncak.

  2. Fokus pada Akar Masalah, Bukan Gejalanya
    Kadang pertengkaran soal hal sepele adalah ‘alarm’ dari luka lama yang tak pernah benar-benar disembuhkan.

  3. Libatkan Pihak Ketiga yang Netral
    Konselor pernikahan, mediator, atau ustaz/pendeta yang bisa memberi sudut pandang objektif dan profesional.

  4. Rawat Diri Dulu Sebelum Memperbaiki Hubungan
    Jangan abaikan kesehatan mental dan fisik Bunda. Saat hati Bunda kuat, keputusan pun akan lebih jernih.

  5. Evaluasi: Masih Bisa Diperjuangkan atau Tidak?
    Tanyakan pada diri sendiri:

    • Apakah masih ada cinta dan niat untuk memperbaiki?

    • Apakah pasangan juga punya kesadaran yang sama?

    • Apakah bertahan membuat diri dan anak justru makin terluka?

Baca Juga  Ramai Kasus Eksploitasi Anak, Penuhi Kesiapan Ini Sebelum Jadi Orang Tua

TAGGED:
Share this Article
Reading: Cara Menangani Pernikahan yang Sudah di Ujung Tanduk: Bertahan atau Melepaskan dengan Bijak