Langkah Pertama: Sadari dan Terima Kondisinya

- Jangan menyangkal atau pura-pura semua baik-baik saja.
- Menyadari bahwa pernikahan sedang bermasalah adalah langkah awal untuk menemukan jalan keluar.
- Bicarakan perasaan Bunda, bahkan jika awalnya hanya lewat tulisan atau curhat ke orang terpercaya.
Cara Menangani Pernikahan yang Renggang:
-
Berhenti Menyalahkan, Mulai Mendengarkan
Komunikasi bisa pulih jika masing-masing bersedia mendengar tanpa menghakimi. Cobalah bicara dari hati ke hati—dengan tenang, bukan saat emosi memuncak. -
Fokus pada Akar Masalah, Bukan Gejalanya
Kadang pertengkaran soal hal sepele adalah ‘alarm’ dari luka lama yang tak pernah benar-benar disembuhkan. -
Libatkan Pihak Ketiga yang Netral
Konselor pernikahan, mediator, atau ustaz/pendeta yang bisa memberi sudut pandang objektif dan profesional. -
Rawat Diri Dulu Sebelum Memperbaiki Hubungan
Jangan abaikan kesehatan mental dan fisik Bunda. Saat hati Bunda kuat, keputusan pun akan lebih jernih. -
Evaluasi: Masih Bisa Diperjuangkan atau Tidak?
Tanyakan pada diri sendiri:-
Apakah masih ada cinta dan niat untuk memperbaiki?
-
Apakah pasangan juga punya kesadaran yang sama?
-
Apakah bertahan membuat diri dan anak justru makin terluka?
-