
Checklist Perkembangan Komunikasi Sesuai Usia
Usia 0–6 bulan
| Area | Checklist kemampuan | Cara stimulasi sederhana |
| Respons suara | Terkejut atau bereaksi terhadap suara; tenang atau tersenyum ketika diajak bicara. | Berbicara dari jarak dekat dengan ekspresi hangat dan jeda agar bayi merespons. |
| Bunyi awal | Mengoceh, mendesah, tertawa, atau membuat bunyi berbeda saat senang dan tidak nyaman. | Tiru bunyi bayi dan lanjutkan seperti percakapan bergiliran. |
| Interaksi | Menatap wajah dan mulai menikmati permainan sosial sederhana. | Ajak kontak mata, tersenyum, dan bermain cilukba. |
Usia 6–12 bulan
| Area | Checklist kemampuan | Cara stimulasi sederhana |
| Ocehan | Mengoceh rangkaian bunyi seperti “mamama” atau “bababa”. | Balas ocehan dan kaitkan dengan benda atau aktivitas. |
| Pemahaman | Mulai merespons nama dan memahami kata sederhana seperti “tidak”. | Panggil nama anak sebelum berbicara dan gunakan kalimat singkat. |
| Gestur | Melambaikan tangan, mengangkat tangan untuk digendong, atau menunjuk. | Sebutkan makna gesturnya: “Adik mau digendong.” |
| Kata bermakna | Menjelang 1 tahun dapat memanggil orang tua dengan nama khusus seperti mama atau dada. | Ulangi kata dalam konteks tanpa memaksa anak menirukan. |
Usia 12–18 bulan
| Area | Checklist kemampuan | Cara stimulasi sederhana |
| Kosakata awal | Menggunakan beberapa kata bermakna selain panggilan orang tua. | Namai benda yang sedang dilihat atau dipegang anak. |
| Instruksi | Mengikuti perintah satu langkah sederhana tanpa gestur menjelang 18 bulan. | Berikan instruksi konkret seperti “Ambil bola.” |
| Gestur dan perhatian bersama | Menunjuk untuk meminta atau menunjukkan sesuatu yang menarik. | Ikuti arah tunjuk anak dan komentari objek tersebut. |
| Imitasi | Meniru bunyi, kata, atau intonasi orang dewasa. | Gunakan lagu, bunyi hewan, dan permainan meniru. |