HALLOBUNDA.CO – “Anak usia 3 tahun seharusnya sudah bisa bicara apa?” atau “Apakah kosakata si Kecil sudah cukup?” adalah pertanyaan yang wajar muncul ketika orang tua mengamati perkembangan bahasa. Kosakata memang menjadi salah satu bagian penting, tetapi kemampuan ko
munikasi tidak hanya dinilai dari banyaknya kata. Pemahaman, kemampuan merangkai kata, percakapan dua arah, gestur, kejelasan ucapan, dan kemampuan bercerita juga perlu dilihat bersama.
Checklist kosakata anak 2–5 tahun berikut dirancang sebagai panduan observasi sederhana. Milestone menggambarkan kemampuan yang umumnya sudah dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu, bukan standar untuk membandingkan anak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menekankan bahwa milestone perkembangan adalah hal yang dapat dilakukan 75% atau lebih anak pada usia tertentu. Karena setiap anak berkembang dengan ritme berbeda, catat kemajuan dari waktu ke waktu dan bicarakan kekhawatiran dengan tenaga profesional.
Perlu diingat, penggunaan dua bahasa atau lebih tidak menyebabkan gangguan bahasa. Hitung dan amati kemampuan anak pada seluruh bahasa yang ia gunakan. Satu konsep dapat dikenal dalam bahasa Indonesia, bahasa daerah, atau bahasa lain; yang terpenting adalah kemampuan memahami dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi.
Cara Menggunakan Checklist Ini
- Amati kemampuan saat anak bermain dan berinteraksi secara alami, bukan hanya ketika diminta menjawab.
- Beri tanda “sudah terlihat” bila kemampuan muncul cukup konsisten, bukan hanya sekali.
- Tulis contoh kata, kalimat, atau situasi agar perubahan dari bulan ke bulan lebih mudah terlihat.
- Jangan menjadikan jumlah kata sebagai satu-satunya ukuran. Perhatikan pemahaman, gestur, interaksi, dan perkembangan umum.
- Gunakan checklist sebagai bahan diskusi dengan dokter anak, audiolog, atau terapis wicara jika ada kekhawatiran.