4. Masalah Citra Diri
Seorang ibu mungkin merasa kurang menarik, berjuang dengan identitas, atau merasa bahwa telah kehilangan kendali atas hidup ibu sendiri.
Salah satu dari masalah ini dapat berkontribusi pada depresi postpartum.
Depresi postpartum dapat dicegah jika Ayah dan Bunda dapat bekerja sama dengan baik dan saling mendukung.
Pentingnya Dukungan Penuh
Meskipun dalam kasus ini, nyatanya Ariana tetap mengalami postpartum meskipun telah mendapatkan dukungan penuh dari sang suami tercinta.
Namun bukan berarti upaya pencegahan itu tidak berguna sama sekali. Karena banyak Bunda di luar sana yang dapat terbebas dari depresi postpartum terberat mereka setelah mendapatkan dukungan dari orang-orang tercintanya.
Karena perubahan hormon Bunda yang baru saja melahirkan, kondisi ini dapat memperparah depresi Bunda.
Maka penting bagi suami dan anggota keluarga lainnya untuk memberikan bantuan dan dukungan agar tidak sampai berlarut-larut.
Orang-orang terdekat juga perlu untuk lebih memperhatikan tanda-tanda bahaya yang tampak dari seorang yang tengah mengalami depresi pascapersalinan ini.
Jika sudah melihat beberapa tanda bahaya tersebut maka sebaiknya suami maupun anggota keluarga lainnya untuk sigap menemaninya agar ia tidak sampai menyendiri sehingga membuat pikirannya semakin kalut dan muncul keinginan di luar nalar.
Jika perlu, bisa mencarikan nanny atau babysitter atau asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan-pekerjaan selama mengasuh bayi seperti mencuci pakaian bayi hingga menyiapkan makanan agar Bunda tidak semakin kelelahan.
Penting juga untuk tidak berkomentar menghakimi atau menyalahkan cara mengasuh bayi dari ibu yang baru saja melahirkan. Ini juga termasuk salah satu cara untuk menjaga kewarasannya.
Semangat dan dukungan sangat berarti bagi Bunda yang tengah mengalami baby blues bahkan depresi postpartum seperti ini.***