Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa perlindungan anak bukan hanya soal kebutuhan fisik, tetapi juga soal menjaga mereka dari lingkungan yang tidak aman—bahkan jika itu dari orang terdekat.
Bagaimana Cara Melindungi Balita dari Kekerasan?

Kasus ini bukan satu-satunya. Banyak kekerasan terhadap anak justru dilakukan oleh orang yang dikenal, bahkan dipercaya.
Karena itu, orang tua perlu ekstra hati-hati dalam menjaga keamanan dan kenyamanan buah hati.
Berikut beberapa langkah konkret yang bisa Bunda lakukan:
1. Kenali Lingkungan Sosial Anak
Pastikan setiap orang yang berinteraksi dengan anak adalah sosok yang dapat dipercaya.
Jika Bunda memiliki pasangan baru, penting untuk mengenalkan anak secara bertahap dan tetap berada dalam pengawasan sampai benar-benar yakin bahwa lingkungan tersebut aman.
2. Ajarkan Anak tentang Batasan Tubuh
Sedari dini, anak perlu diajarkan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri.
Ajarkan bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain dan latih anak untuk berani berkata “tidak” jika merasa tidak nyaman.
3. Berikan Anak Ruang untuk Bercerita
Ciptakan suasana rumah yang nyaman dan terbuka agar anak merasa aman berbicara.
Dengarkan tanpa menghakimi, bahkan jika ceritanya terdengar sederhana. Bisa jadi itu awal dari sesuatu yang lebih serius.