4. Pantau Perubahan Sikap Anak
Anak korban kekerasan sering menunjukkan perubahan perilaku, seperti tiba-tiba menjadi pendiam, mudah menangis, atau takut bertemu orang tertentu. Jangan abaikan tanda-tanda kecil ini.
5. Jangan Segan Cari Bantuan Profesional
Jika Bunda mencurigai sesuatu yang tidak beres, segera hubungi psikolog anak atau lembaga perlindungan anak terdekat.
Di Indonesia, Bunda juga bisa menghubungi SAPA 129, layanan pengaduan kekerasan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kekerasan terhadap anak adalah kejahatan yang sering luput dari pengawasan karena pelakunya adalah orang-orang terdekat.
Kasus tragis di Jakarta Utara adalah alarm bagi kita semua, Bunda. Jangan pernah lelah memastikan bahwa anak-anak kita tumbuh di lingkungan yang penuh kasih, aman, dan jauh dari bahaya.
Lindungi mereka, karena anak-anak belum mampu melindungi dirinya sendiri. Dan ingat, perlindungan anak dimulai dari keluarga.***