Jadi bocah tersebut sangat menyukai tontonan hewan-hewan, karena Ayahnya memiliki peternakan.
Dari situlah N tergila-gila dengan ayam yang sudah ditontonnya di unggahan Youtube saat makan siang.
Jika dilihat dari kisah di atas, Bunda dan Ayah harus selalu mewaspadai tontonan anak yang bisa saja merusak psikologisnya.
Film kartun memang selalu identik dengan anak kecil. Namun ternyata ada beberapa film yang tak layak untuk ditonton oleh si Kecil.
Film kartun ini juga banyak disukai oleh anak-anak lantaran diisi dengan petualangan seru dan juga menampilkan imajinasi yang tidak ada batasnya.
Tapi meskipun film kartun ini memang dikhususkan untuk ditonton oleh anak-anak, bukan berarti Bunda dan Ayah lepas tangan begitu saja ketika si Kecil sedang menonton.
Seharusnya para orang tua tetap mengawasi buah hatinya pada saat menonton agar tidak kecolongan.
Karena tidak menutup kemungkinan dalam film kartun tersebut terdapat adegan yang bisa menjadi contoh buruk untuk anak-anak.
Apalagi pada umunya si Kecil sangat suka sekali meniru apa saja yang telah dilihatnya.
Meski demikian, ada beberapa film kartun yang diperuntukkan bagi orang dewasa. Sebab konten di dalamnya juga sesuai dengan rentang usia sasaran penontonnya.
Dengan demikian, anak-anak tidak diperbolehkan untuk menontonnya.
Selain jalan cerita yang lebih kompleks, film kartun untuk dewasa juga menyisipkan beberapa lelucon hingga adegan yang sadis.
Ada pula yang mengangkat tema-tema yang cukup vulgar, jadi Bunda selalu memastikan segala film kartun harus terfilter dengan baik.