2. Gunakan pakaian longgar dan ringan
Saat cuaca sedang tinggi maka tubuh kita akan mudah berkeringat. Memakai baju yang salah justru akan membuat tubuh kita semakin mudah berkeringat dan merasa kepanasan. Saat tubuh kita mengeluarkan banyak keringat maka kita akan lebih berisiko mengalami dehidrasi dan bisa berlanjut pada heatstroke.
Maka dari itu sebaiknya menggunakan pakaian yang longgar dan ringan atau tidak terlalu tebal. Pakaian longgar membuat kulit kita bisa bernapas lebih lega saat cuaca sedang panas. Selain itu kenakan topi untuk melindungi kepala dan kulit wajah dari sengatan matahari langsung ketika pergi keluar rumah.
3. Jaga asupan cairan yang cukup, terutama air putih
Penting untuk menjaga asupan cairan dalam tubuh bagaimanapun kondisinya, terutama saat cuaca sedang panas. Suhu udara tinggi membuat tubuh kita akan lebih mudah dehidrasi dan ini bisa meningkatkan suhu tubuh yang kemudian menyebabkan demam.
Bahkan ketika kita mengalami dehidrasi berat kesadaran kita bisa hilang hingga membuat kita pingsan atau mengigau. Hal ini karena otak kekurangan asupan cairan. Dan jika ini berlanjut dapat berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan medis. Bayi dan balita memiliki kerentanan tinggi pada kasus ini.
4. Jangan pernah berdiam atau meninggalkan siapapun di mobil yang terparkir saat cuaca sedang panas
Saat cuaca panas atau matahari sedang terik maka suhu di dalam mobil juga akan jauh meningkat. Saat terpapar panas matahari, kabin mobil dapat berubah layaknya ‘oven’ yang membuat suhu panas meningkat. Sehingga ketika kita berada di dalam mobil akan terasa seperti terpanggang dan ini akan membuat tubuh rentang mengalami heatstroke.