HALLOBUNDA.CO – Bunda, imunisasi tak selesai begitu si Kecil menyelesaikan dosis pertamanya di masa bayi.
Ada tahap imunisasi lanjutan booster untuk menjaga perlindungan tetap kuat seiring waktu.
Di artikel ini, kita bahas pentingnya tahap lanjutan, jadwal yang tepat, dan cara memastikan prosesnya berjalan nyaman untuk anak.
Apa Itu Imunisasi Lanjutan?
Imunisasi lanjutan atau booster adalah dosis tambahan vaksin setelah rangkaian awal (primer) selesai.
Booster dirancang untuk memperkuat respons kekebalan tubuh anak dan memperpanjang proteksi agar tetap efektif melawan penyakit.
Vaksin Apa Saja yang Memerlukan Booster & Kapan Waktunya?
Menurut panduan HelloSehat, berikut adalah vaksin utama beserta jadwal booster-nya:
-
DPT (Difteri–Pertusis–Tetanus): primer di usia 2, 3, 4 bulan; booster pertama pada 18 bulan, dan kedua pada usia 5–7 tahun. Booster lanjutan (Td/Tdap) disarankan di usia 10–18 tahun.
-
Hepatitis B: primer sejak lahir hingga 4 bulan; booster di usia 18 bulan.
-
Polio: primer hingga 4 bulan; lanjut dengan booster pada usia 18 bulan.
-
Pneumokokus (PCV): primer pada 2, 4, dan 6 bulan; booster pada usia 12–15 bulan.
-
Campak–Gondok–Rubella (MMR/MR): pertama di usia 9 bulan; booster pada 18 bulan dan sekali lagi pada usia 5–7 tahun.
-
Varisela, Hepatitis A, Influenza, dan lainnya sesuai jadwal nasional, biasanya diberikan antara usia 12–24 bulan.