Plus: Menurunkan Risiko Berbagai Penyakit
Diet vegetarian merupakan diet bebas kolesterol dan rendah lemak jenuh, dengan menjalani diet, risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kanker dapat menurun.
Kolesterol hanya ditemukan pada produk hewani, sehingga diet vegetarian dapat meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
Minus: Akan Kekurangan Beberapa Vitamin dan Mineral
Jika Bunda ingin menjadi seorang vegan, maka dapat berisiko kekurangan vitamin B12.
Vitamin B12 merupakan nutrisi yang secara alami didapat dari sumber hewani seperti daging, ikan, telur, ayam, dan produk olahan susu.
Maka dari itu, pastikan Bunda mendapatkan asupan vitamin B12 dari makanan yang telah terfortifikasi atau suplemen.
Selain itu, sumber kalsium yang biasanya didapat dari susu dan produk olahannya, bisa Bunda dapatkan dari jus jeruk dan susu kedelai.
Plus: Asupan Antioksidan Tinggi
Diet vegetarian kaya akan makanan tinggi antioksidan, seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, dll.
Antioksidan penting untuk tubuh lantaran dapat menangkal sel-sel tubuh dari radikan bebas, contohnya polutan yang ada di udara atau radiasi sinar ultraviolet dari matahari.
Minus: Kekurangan Protein
Menjalani diet vegetarian berarti menghindari sumber hewani seperti daging dan juga telur.
Padahal makanan tersebut tinggi akan protein, kekurangan hal tersebut dalam tubuh akan membuat penyembuhan luka akan menjadi lambat.
Kulit akan tampak kusam dan tidak sehat, serta berkurangnya kekuatan otot.
Bunda dapat memperoleh protein dari sumber nabati, seperti kacang kedelai, quinoa, kacang polong, dan beberapa jenis kacang-kacangan lainnya.
Menjalani pola diet vegan memang tidak mudah, pertimbangkan dengan baik plus-minusnya seorang vegetarian bagi kesehatan tubuh sebelum menerapkannya.***