6 Tips Memilih Babysitter untuk Si Kecil Agar Aman

Mendapatkan pengasuh anak yang dapat dipercaya dan diandalkan bukanlah tugas yang mudah.
Ada beberapa yang harus diperhatikan oleh Bunda dan Ayah agar mendapatkan babysitter yang terpercaya, di antaranya:
1. Kenali Asal-usulnya
Umumnya, babysitter akan ditawarkan melalui iklan yayasan, makelar atau rekomendasi teman. Apa pun metodenya, Bunda wajib mengenali calon pengasuh dengan baik.
Ketika kenal dari orang lain, bisa tanyakan apa kelemahan si calon pengasuh. Kemudian, kalau lewat yayasan, Bunda bisa mengecek rekam jejaknya selama bekerja, termasuk melihat akurasi datanya.
Jangan sampai terjadi apa yang ditulisnya pada CV justru berbeda dengan pekerjaan yang sebenarnya.
Kemudian, kenali juga latar belakang atau kampung halaman si calon pengasuh.
Dengan begitu, Bunda akan dapat memilih gaya komunikasi yang aman dan nyaman. Pengenalan budaya ini juga sekaligus untuk menyesuaikan dengan budaya yang diterapkan pada keluarga.
2. Kenali Latar Belakang Keluarganya
Mengenal latar belakang keluarganya juga merupakan proses yang penting. Misalnya, status pernikahan atau hubungan dengan anak-anaknya sendiri.
Contohnya, apakah mereka sedang menanggung beban keuangan tersendiri. Sebab, hal itu akan mempengaruhi cara calon babysitter mengasuh anak Bunda kelak.
3. Kenali Usianya
Usia juga sangat mempengaruhi psikis calon pengasuh. Misalnya, bila calon babysitter masih berusia 18 tahun, umur tersebut terbilang masih sangat remaja di mana pertumbuhan otaknya masih berkembang.
Sementara contoh lainnya, yakni calon babysitter sudah berusia 25 tahun dan belum menikah, maka masih mungkin ada tekanan dari keluarga hingga ketidakstabilan dalam emosinya.
Lakukan dengan medical check up juga, salah satunya check TBC. Pastikan aman karena anak sangat rentan imunitasnya.
Apalagi kalau usianya sudah berumur 40, 50 cek apakah ada diabetes jadi cepat lelah, hipertensi, jadi begadang kan bisa buat tensi tidak stabil.