Penyebab Bayi Kuning

Penyakit kuning terjadi ketika darah bayi mengandung terlalu banyak bilirubin.
Bilirubin diproduksi tubuh saat memecah sel darah merah yang sudah rusak.
Saat hati bayi belum cukup berkembang untuk membuang bilirubin, bilirubin dapat mulai menumpuk.
Penumpukan bilirubin ini menyebabkan kulit bayi tampak kuning.
Sebagian besar bayi mengalami penyakit kuning dalam beberapa hari pertama kehidupannya.
Hal ini karena butuh beberapa hari bagi hati bayi untuk berkembang dan menjadi lebih baik dalam membuang bilirubin.
Penyakit kuning yang parah dapat terjadi jika bayi mengalami:
- Infeksi darah (sepsis)
- Golongan darah yang berbeda dengan Bunda
- Memar akibat proses kelahiran yang sulit
- Terlalu banyak sel darah merah
- Tingkat oksigen rendah (hipoksia)
- Kondisi hati tertentu, seperti atresia bilier
Ciri-ciri Bayi Kuning yang Berbahaya dan Abnormal
Ciri-ciri awal penyakit kuning adalah menguningnya kulit dan mata bayi, yang mungkin dimulai di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
Pada tanda bayi kuning yang normal, menguningnya mungkin mulai dan memuncak dalam 2 hingga 5 hari setelah lahir.
Pada penyebab lain, menguningnya mungkin mulai mendekati waktu kelahiran.
Cara lain untuk mengetahuinya adalah dengan menekan jari Bunda secara lembut pada kulit bayi.
Bercak tersebut akan tampak lebih pucat sebentar.
Jika tampak lebih kuning, kemungkinan itu merupakan ciri-ciri penyakit kuning.
Apabila tidak diobati, penyakit kuning pada bayi yang berbahaya dapat menyebabkan ensefalopati bilirubin akut, yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin di otak.
Bayi bisa mengalami demam, lesu, menolak menyusu, serta melengkungkan leher dan tubuhnya ke belakang.
Setelah Bunda tiba di rumah, hubungi dokter segera jika muncul ciri-ciri bayi kuning yang berbahaya sebagai berikut:
- Penyakit kuning menyebar atau menjadi lebih parah
- Bayi mengalami demam di atas 38°C
- Warna kuning pada tubuh bayi semakin pekat
- Bayi tidak menyusu dengan baik, tampak lesu, dan menangis dengan nada tinggi