
Tanda Penelantaran Anak yang Perlu Diwaspadai
Satu tanda saja belum tentu membuktikan adanya kekerasan. Namun, masyarakat perlu lebih peka jika beberapa kondisi muncul berulang, seperti anak terus-menerus lapar, kebersihan dan kebutuhan medisnya terabaikan, tidak bersekolah tanpa alasan yang jelas, sangat takut kepada orang dewasa tertentu, jarang terlihat di luar rumah, atau mengalami perubahan perilaku yang drastis.
Jika anak bercerita, dengarkan dengan tenang. Hindari menyalahkan, menginterogasi, atau menjanjikan bahwa cerita tersebut akan dirahasiakan sepenuhnya. Sampaikan bahwa anak sudah melakukan hal yang benar dengan berbicara, lalu cari bantuan dari pihak yang berwenang.
Pelajaran bagi Orang Tua dan Lingkungan Sekitar
Kasus ini mengingatkan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab keluarga inti. Sekolah, tenaga kesehatan, tetangga, komunitas, dan layanan publik dapat menjadi jaring pengaman ketika seorang anak tidak memperoleh kebutuhan dasarnya.
Di rumah, orang tua dapat membangun perlindungan melalui komunikasi yang terbuka, rutinitas yang aman, pemeriksaan kesehatan, akses pendidikan, dan respons hangat saat anak menyampaikan perasaan. Anak juga perlu mengetahui nama bagian tubuh, batasan sentuhan, orang dewasa tepercaya, serta cara meminta pertolongan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mencurigai Kekerasan Anak?
Bila Bunda melihat, mendengar, atau mengetahui dugaan kekerasan terhadap anak di Indonesia, hubungi kepolisian, UPTD PPA setempat, atau layanan SAPA 129 melalui telepon 129 dan WhatsApp 08111-129-129. Dalam kondisi darurat, utamakan keselamatan anak dan jangan menghadapi terduga pelaku seorang diri.
Baca Juga: Dampak Pertengkaran Orang Tua terhadap Anak.