Stop Lakukan KDRT! Ini Bahayanya pada Perkembangan Psikologis si Kecil

Lafa Zidan Alfaini
5 Min Read
Stop Lakukan KDRT! Ini Bahayanya pada Perkembangan Psikologis si Kecil

2. Usia 3-6 Tahun

Perubahan atau stres secara intens yang dialami sang buah hati pada usia ini bisa menyebabkan adanya regresi pada perkembangannya.

Misalnya, anak sudah lulus toilet training tapi akan ngompol lagi.

3. Usia 7-12 Tahun

Sang buah hati bisa memiliki self-esteem yang rendah, si Kecil merasa tidak percaya diri lantaran tumbuh dalam konflik.

Dalam penelitian lain, ditemukan bahwa anak yang terpapar KDRT dari orang tuanya akan berisiko mengalami masalah pertemanan dan menurunnya fungsi kognitif.

Tidak jarang, anak pun bisa menunjukkan perilaku yang agresif.

Baca Juga  Gadis Belia Dipaksa Menikah dengan Pria 60 Tahun, Begini 4 Bahayanya Menikah Dini

Orang Tua Berpisah karena KDRT, Bisa Saja Hubungan dengan Anak Tidak Harmonis

Orang Tua Berpisah karena KDRT, Bisa Saja Hubungan dengan Anak Tidak Harmonis

Mungkin banyak yang berpikir, ketika orang tua harus berpisah setelah adanya KDRT dalam rumah tangganya.

Anak juga akan kekurangan kasih sayang yang dibutuhkan pada usianya, memang tidak ada perpisahan yang tidak menyisakan luka.

Namun, tujuan utama orang tua adalah untuk membuat sang buah hati tetap merasa disayangi, sehingga harapannya orang tua bisa berdamai dan mengesampingkan masa lalu.

Maka dari itu, ketika perceraian memang jalan keluarnya, Bunda dan Ayah harus dapat menjalankan parenting atau pengasuhan anak bersama setelah berpisah.

Parenting idealnya dijalankan orang tua dengan tetap menjalin komunikasi sehat, menentukan tujuan pengasuhan bersama, hingga mengatur waktu bersama anak secara bergiliran maupun bersamaan.
Dengan cara ini, diharapkan si kecil bisa tetap merasakan kasih sayang dari orang tuanya, meski telah berpisah.

TAGGED: ,
Share this Article
Reading: Stop Lakukan KDRT! Ini Bahayanya pada Perkembangan Psikologis si Kecil