1. Suasana Belajar yang Menyenangkan
Buatlah suasana belajar yang menyenangkan bagi anak, sesuai usianya. Jika masih balita, maka buat lokasi belajar dilengkapi dengan berbagai permainan penunjang belajarnya.
Sehingga anak tidak cepat bosan saat harus belajar, dimana mereka bisa belajar sambil bermain.
Untuk usia sekolah SD, juga bisa disediakan meja belajar yang memang diinginkan oleh buah hati tercinta.
Sehingga setiap belajar akan menjadi sebuah momen menyenangkan, apalagi jika lengkap pula dengan lampu belajar dan fasilitas penunjang lainnya.
Untuk usia SMP dan SMA juga sama, orang tua bisa menyediakan tempat belajar ternyaman bagi anak agar mereka bisa lebih fokus saat waktu belajar tiba.
2. Reward untuk yang Rajin Belajar
Reward ini bukan berarti memanjakan anak, namun sebagai upaya agar anak lebih mudah saat diajak belajar tanpa adanya drama pertengkaran hanya karena si anak malas belajar.
Hadiah yang diberikan, tidak melulu berupa barang apalagi uang. Bisa berupa tambahan jam bermain di rumah jika mereka berhasil mengerjakan tugas tepat waktu, pelukan dari orang tua lebih banyak.
Tidak dibebani tugas mencuci piring atau menyapu jika belajar rajin.
Dengan begitu anak memiliki rasa antusias belajar, meskipun tidak baik jika selalu diimingi dengan hadiah.
3. Memahami Apa yang Dirasakan Anak
Beda anak akan beda pula karakter dan kemampuan belajarnya, ada yang bisa cepat paham sebuah materi belajar namun ada juga yang harus mengulang belajar beberapa kali sebelum paham.
Orang tua harus dapat memahami hal tersebut, dengan mengajak anak curhat dari hati ke hati tentang masalah yang dialaminya saat belajar.
Kemudian apa yang akan dilakukannya untuk bisa belajar dengan baik.
Setelah itu, tinggal fasilitasi apa yang diinginkan anak untuk menunjang prosesnya belajar.
Sehingga kemungkinan menumbuhkan semangat belajar anak akan lebih besar karena mereka bisa belajar dengan nyaman sesuai cara yang mereka sukai.
4. Dampingi Anak Belajar
Untuk usia Balita hingga SD, anak-anak memang masih harus didampingi saat belajar. Apalagi saat usia baru masuk Taman Kanak Kanak dan SD, dengan begitu mereka menjadi lebih terbiasa untuk belajar.
Selain itu, dengan pendampingan yang tepat, motivasi anak untuk belajar akan semakin bangkit. Namun memang, cara mendampinginya harus tepat bukan dengan marah-marah dan memaksakan anak paham pelajaran.
Orang tua perlu menggunakan cara mengajar yang lemah lembut dan mudah dipahami anak, supaya mereka selalu nyaman dan antusias saat didampingi selama proses belajar berlangsung.
5. Pahami Cara Belajar yang Disukai Anak
Apakah anak suka belajar sambil bermain? Atau lebih suka fokus langsung beberapa menit sebelum diberikan jeda istirahat?
Orang tua harus paham mana yang disukai anak, supaya mereka tidak menganggap belajar sebagai sesuatu yang menakutkan dan membosankan.
Misalnya, untuk anak balita belajar berhitung bisa dikombinasi dengan menghitung mainan yang dimiliki si anak. Kemudian belajar membaca dengan mengeja nama-nama benda yang mereka miliki.***