
Bagaimana Komponen ASI Membantu Melindungi Bayi?
Cara kerjanya tidak dapat disederhanakan menjadi satu antibodi melawan satu kuman. Pertahanan yang dibantu ASI terjadi melalui beberapa jalur sekaligus: memberikan perlindungan pasif di permukaan mukosa, mendukung integritas penghalang usus, memengaruhi komposisi mikrobiota, membantu mengatur inflamasi, dan berinteraksi dengan perkembangan sistem imun bayi.
WHO menjelaskan bahwa ASI mengandung faktor bioaktif yang memperkuat sistem imun bayi yang belum matang dan membantu perlindungan terhadap infeksi. Tinjauan ilmiah juga menunjukkan bahwa human milk merupakan sistem biologis dinamis dengan komponen imun bawaan dan adaptif yang bekerja secara multifungsi.
Kolostrum, ASI Transisi, dan ASI Matur: Apakah Komponennya Sama?
Tidak sepenuhnya. Kolostrum—ASI awal yang keluar setelah melahirkan—memiliki karakteristik yang berbeda dari ASI matur. Beberapa faktor imun, termasuk imunoglobulin dan sel imun, relatif melimpah pada kolostrum. Seiring laktasi berlanjut, komposisi ASI berubah mengikuti fase produksi dan kebutuhan bayi.
Perubahan tersebut bukan berarti ASI matur “lebih lemah”. Fungsi dan komposisi ASI memang dinamis. Penelitian tentang immunoglobulinome ASI menunjukkan kadar dan profil imunoglobulin dapat berubah selama laktasi serta bervariasi karena banyak faktor. Karena itu, klaim seperti “ASI selalu menaikkan antibodi tertentu setiap kali bayi sakit” sebaiknya tidak digunakan tanpa konteks ilmiah yang memadai.
ASI Bukan “Perisai Sempurna”: Bayi Tetap Bisa Sakit
Bayi yang mendapatkan ASI tetap dapat mengalami pilek, batuk, demam, diare, atau infeksi lain. Tidak ada satu makanan yang memberikan kekebalan absolut. Tujuan sistem imun adalah mengenali dan merespons ancaman, sementara risiko sakit juga dipengaruhi usia, paparan, status imunisasi, prematuritas, kondisi medis, lingkungan, dan banyak faktor lain.
WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama, kemudian melanjutkan ASI bersama MPASI yang memadai hingga usia dua tahun atau lebih. Rekomendasi tersebut merupakan bagian dari strategi kesehatan dan nutrisi anak secara menyeluruh, bukan pengganti imunisasi atau pemeriksaan medis.