Komunikasi dengan Pasangan: Pondasi Keluarga Harmonis

Banyak konflik rumah tangga terjadi karena miskomunikasi. Bunda dan pasangan mungkin punya sudut pandang yang berbeda, tapi bukan berarti harus bertentangan. Cobalah:
-
Luangkan waktu rutin untuk ngobrol tanpa gangguan (gadget off!)
-
Gunakan kalimat “Aku merasa…” daripada “Kamu selalu…”
-
Jangan menunda pembicaraan penting terlalu lama
Kuncinya ada pada niat untuk saling memahami, bukan saling menang.
Komunikasi dengan Anak: Tumbuhkan Rasa Aman
Anak yang merasa didengar dan dipahami akan tumbuh percaya diri dan terbuka terhadap orang tuanya. Maka, penting bagi Bunda untuk:
-
Turunkan posisi tubuh saat bicara dengan anak, sejajar dengan matanya
-
Dengarkan cerita anak tanpa menyela atau menghakimi
-
Validasi perasaannya: “Wajar kok kamu sedih, tadi mainannya rusak ya?”
Dengan cara ini, anak akan tahu bahwa ia punya “rumah” tempat ia bisa pulang dan bercerita.