Komunikasi dalam Keluarga Besar: Jaga Sopan tapi Tegas
Sering kali keluarga besar ingin ikut berperan, terutama dalam urusan pengasuhan. Di sinilah Bunda perlu menyampaikan harapan dan batasan dengan bijak. Katakan dengan lembut namun jelas:
“Terima kasih sarannya, Bu. Kami sedang mencoba metode ini dulu ya, semoga cocok untuk si kecil.”
Dengan begitu, komunikasi tetap sehat tanpa menyinggung.
Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs American Psychological Association (APA), keluarga dengan komunikasi yang terbuka dan sehat cenderung memiliki hubungan yang lebih kuat, anak-anak yang lebih percaya diri, dan risiko konflik yang lebih rendah.
Bunda, komunikasi adalah jembatan yang menghubungkan hati-hati di dalam rumah.
Ketika komunikasi berjalan dengan baik, tidak ada masalah yang terlalu besar, tidak ada perbedaan yang tidak bisa disatukan.
Mulailah dengan mendengar, lanjutkan dengan memahami, dan akhiri dengan cinta.
Karena sejatinya, keluarga yang bahagia dimulai dari kemampuan untuk saling bicara dengan hati.***