HALLOBUNDA.CO – Mama”, “ayah”, “mau”, atau nama benda favorit sering menjadi kata yang paling ditunggu orang tua. Namun setelah kata pertama muncul, perjalanan bahasa anak baru saja dimulai. Si Kecil perlu mendengar, memahami, menyimpan, lalu menggunakan semakin banyak kata dalam konteks yang bermakna. Inilah proses berkembangnya kosakata anak—bukan sekadar menghafal daftar kata, melainkan belajar bahwa setiap kata dapat mewakili benda, tindakan, orang, perasaan, dan pengalaman.
Kapan Kata Pertama Anak Biasanya Muncul?
Perkembangan komunikasi dimulai jauh sebelum anak benar-benar berbicara. Bayi belajar melalui suara, tatapan, gestur, babbling, meniru bunyi, dan interaksi bergantian. ASHA mencantumkan bahwa pada rentang 10–12 bulan, anak dapat mencoba meniru bunyi dan mengatakan satu atau dua kata seperti “mama”, “dada”, “hi”, atau “bye”. NIDCD juga mencantumkan satu atau dua kata pada sekitar ulang tahun pertama sebagai salah satu milestone perkembangan bahasa.
Milestone bukan tanggal jatuh tempo. ASHA menekankan bahwa setiap anak berkembang secara unik dan keterampilan muncul dalam rentang usia. Karena itu, yang lebih berguna adalah mengamati pola perkembangan: apakah anak semakin responsif, memahami lebih banyak kata, menggunakan gestur, mencoba bunyi baru, dan memperoleh kata baru dari waktu ke waktu.
Apa yang Disebut “Kata” pada Anak?
Kata pertama tidak harus terdengar sempurna seperti ucapan orang dewasa. Bentuk sederhana yang digunakan secara konsisten dengan makna tertentu dapat menjadi bagian dari perkembangan komunikasi. Misalnya, anak mengatakan “ba” setiap kali meminta bola. CDC bahkan memberi contoh orang tua dapat menanggapi bentuk awal seperti “ba” dengan model yang benar dan lebih lengkap: “Bola, iya, itu bola.”
Pendekatan ini penting karena tujuan stimulasi bukan menuntut pengucapan sempurna, tetapi memberi model bahasa yang jelas sambil mempertahankan kegembiraan anak untuk berkomunikasi.
Bagaimana Kosakata Anak Berkembang?
Setelah kata pertama, kosakata biasanya bertambah bersama pengalaman dan interaksi. Pada usia 1–2 tahun, NIDCD mencantumkan bahwa anak memperoleh kata baru secara teratur, menunjuk gambar yang disebutkan dalam buku, menggunakan pertanyaan satu atau dua kata, dan mulai menggabungkan dua kata. ASHA mencantumkan penggunaan dan pemahaman setidaknya 50 kata berbeda pada rentang 19–24 bulan sebagai salah satu milestone komunikasinya.
Angka tersebut sebaiknya dibaca sebagai panduan perkembangan, bukan target untuk membandingkan anak. Penelitian juga mengingatkan bahwa milestone kosakata berbasis angka memiliki keterbatasan populasi dan bukti. Karena itu, evaluasi perkembangan perlu mempertimbangkan keseluruhan profil komunikasi anak, bahasa yang digunakan di rumah, pendengaran, pemahaman bahasa, gestur, serta kemajuan dari waktu ke waktu.