Dari Kata Pertama ke Kosakata Aktif: 7 Cara Membantu Anak Makin Banyak Bicara

Syafaria Hadyandari
9 Min Read
Ibu membantu anak menambah kosakata melalui percakapan sehari-hari
Ibu membantu anak menambah kosakata melalui percakapan sehari-hari
Perkembangan kata pertama menjadi kosakata dan gabungan kata pada anak
Perkembangan kata pertama menjadi kosakata dan gabungan kata pada anak

7 Cara Membantu Kosakata Anak Bertambah Secara Alami

1. Ikuti fokus perhatian anak

Ketika anak sedang memegang mobil, bicarakan mobil itu: “Mobil merah. Mobil jalan cepat.” Kata yang terkait langsung dengan fokus anak lebih mudah mendapatkan konteks dibanding orang tua tiba-tiba mengajarkan benda lain.

2. Narasikan rutinitas sehari-hari

Waktu mandi, makan, memakai pakaian, atau membereskan mainan adalah kesempatan belajar bahasa. Gunakan kalimat singkat seperti, “Kita buka keran,” “Airnya hangat,” atau “Sendok masuk laci.” Anak mendapatkan kosakata yang berulang dalam situasi nyata.

Baca Juga  Tahukah Bunda? Si Kecil Sering Ngupil Ternyata Ada Alasannya loh! Ini 3 Cara Atasinya

3. Ulangi lalu perluas ucapan anak

Jika anak berkata “kucing”, respons orang tua dapat menjadi, “Iya, kucing tidur.” Jika ia berkata “mau susu”, perluas menjadi, “Kakak mau susu dingin.” Anak mendengar bentuk bahasa sedikit lebih kompleks tanpa dipaksa menirukan.

4. Beri waktu anak merespons

Setelah bertanya atau memberi komentar, jangan terlalu cepat mengisi keheningan. Jeda beberapa detik memberi anak kesempatan memproses kata dan menyusun respons. Tatapan, gestur, bunyi, atau satu kata tetap dapat dihargai sebagai bagian dari percakapan.

5. Masukkan kata kerja, sifat, dan kata sosial

Kosakata bukan hanya nama benda. Tambahkan kata tindakan seperti “lari”, “buka”, dan “jatuh”; kata sifat seperti “besar”, “dingin”, dan “lembut”; serta kata sosial seperti “tolong”, “lagi”, dan “selesai”. Variasi membantu anak memiliki lebih banyak alat untuk menyampaikan maksud.

Baca Juga  Bermain Jadi Lebih Bermakna: 10 Permainan Peran untuk Melatih Bahasa dan Emosi Anak

6. Bernyanyi, bermain pura-pura, dan bergantian

Lagu, permainan boneka, masak-masakan, atau bermain kendaraan menciptakan pengulangan yang menyenangkan. Anak dapat mendengar kata yang sama dalam berbagai konteks sambil belajar giliran komunikasi—mendengar, merespons, lalu menunggu orang lain.

7. Gunakan bahasa yang paling nyaman bagi keluarga

Keluarga tidak perlu meninggalkan bahasa yang paling dikuasai hanya demi stimulasi. ASHA menganjurkan orang tua berkomunikasi dengan anak dalam bahasa yang paling nyaman digunakan. Interaksi yang kaya, responsif, dan alami memberi anak model bahasa yang bermakna.

Share this Article
Reading: Dari Kata Pertama ke Kosakata Aktif: 7 Cara Membantu Anak Makin Banyak Bicara