Jadilah Pendengar yang Aktif
Luangkan waktu setiap hari untuk benar-benar mendengar, tanpa menyela. Saat anak bercerita—tentang sepele atau penting—tatap matanya, ulang singkat, dan beri respon berikutnya. Contoh:
“Wah, kamu kecewa ya mainannya rusak? Bunda juga kasihan.”
Anak jadi merasa dihargai, minim risiko menyimpan emosi negatif.
Puji Usaha, Bukan Hasil Akhir
Jangan hanya fokus pada “Nilainya bagus!” atau “Ayo cabut paku!” Sebaliknya, puji usaha dan strategi:
“Hebat, kamu coba lagi sampai berhasil!”
“Aku senang kamu sudah rajin latihan nyanyi.”
Cara ini membantu mereka membangun mindset berkembang (growth mindset) dan tidak takut gagal.
Terapkan Disiplin yang Hangat & Konsisten

Disiplin bukan berarti keras. Parenting positif mengedepankan pendekatan:
-
Tegas namun penuh welas, gunakan konsekuensi alami:
“Kalau tidak memakai helm, kita tidak bisa naik sepeda.”
-
Singkat dan langsung: “Sebelum keluar, pakai jaket dulu ya.”
Dengan disiplin hangat, anak merasa dihormati dan termotivasi, bukan tertekan.
Dukung Anak Belajar Mandiri dan Tanggung Jawab
Berikan tugas sederhana sesuai usia: merapikan mainan, membantu menyiapkan tempat makan, atau merawat tanaman kecil. Saat mereka berhasil, beri pujian penuh:
“Terima kasih ya, kamu sudah bantu taruh sendoknya semua!”
Pengalaman ini benar-benar melatih rasa percaya diri dan kemandirian anak.