Bagaimana Cara Mengajarkan Kelembutan pada Anak Laki-laki?

-
Berikan Teladan Lewat Sikap Sehari-hari Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika Ayah atau orang dewasa laki-laki di rumah bisa menunjukkan sikap lembut—misalnya dengan cara berbicara yang tenang, empati terhadap orang lain, dan tidak segan menunjukkan kasih sayang—anak laki-laki akan menangkap bahwa bersikap lembut itu adalah hal yang wajar dan bukan tanda kelemahan.
-
Beri Ruang untuk Mengekspresikan Emosi Biarkan anak laki-laki menangis jika sedang sedih, atau mengungkapkan rasa takut tanpa dihakimi. Katakan bahwa semua perasaan itu valid dan tidak perlu disembunyikan. Tunjukkan bahwa Bunda dan Ayah siap mendengarkan dan memahami.
-
Hindari Kalimat “Cowok kok cengeng!” Kalimat seperti ini bisa jadi sangat merusak, Bunda. Anak laki-laki jadi merasa bersalah karena memiliki emosi. Lebih baik gunakan kalimat seperti, “Tidak apa-apa merasa sedih, yuk kita bicarakan bareng-bareng.”
-
Dorong Aktivitas yang Membangun Empati Ajak anak merawat hewan peliharaan, membantu adik yang kesulitan, atau mengikuti kegiatan sosial seperti berbagi dengan teman. Kegiatan seperti ini akan mengasah kepekaan dan empati anak terhadap sekitar.
-
Validasi dan Berikan Pujian Positif Saat anak menunjukkan kelembutan, seperti menenangkan temannya yang sedih atau bersikap sabar terhadap adik, beri apresiasi. Katakan, “Bunda bangga kamu bisa perhatian begitu,” agar anak merasa sikap itu bernilai dan dihargai.
-
Perkuat Peran Ayah Jika Ayah juga ikut terlibat dalam menunjukkan emosi yang sehat, anak laki-laki akan belajar bahwa seorang pria pun bisa lembut, penuh kasih sayang, dan tetap kuat. Ini akan menjadi bekal penting dalam membentuk karakter anak.