Cara Bijak Menjawab “Kenapa” dari Anak

1. Jawab dengan Sederhana dan Jujur
Gunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai usia anak. Jika tidak tahu jawabannya, katakan dengan jujur dan ajak anak mencari bersama, misalnya lewat buku atau video edukatif.
2. Berikan Contoh atau Ilustrasi Nyata
Anak lebih mudah memahami sesuatu yang konkret. Jika mereka bertanya, “Kenapa kita harus makan sayur?”, Bunda bisa menjawab, “Karena sayur bikin tubuh kuat seperti karakter favoritmu.”
3. Ajukan Pertanyaan Balik
Ajak anak berpikir dengan menjawab balik: “Kamu kira kenapa, ya?” Ini mendorong mereka menyampaikan pendapat dan melatih logika.
4. Sabar dan Dengarkan Sepenuh Hati
Jangan memotong atau meremehkan pertanyaan anak. Tunjukkan bahwa Bunda menghargai keingintahuan mereka.
5. Jangan Takut Mengulang
Anak kadang menanyakan hal yang sama berkali-kali. Itu bukan karena mereka tidak mengerti, tapi karena sedang mencoba memahami lebih dalam. Sabar ya, Bunda!
Bunda, fase “kenapa” adalah masa emas perkembangan anak. Di balik pertanyaan-pertanyaan sederhana mereka, tersimpan proses berpikir yang luar biasa.
Dengan menjawabnya dengan sabar dan penuh kasih sayang, Bunda sedang membantu membentuk anak yang kritis, percaya diri, dan suka belajar.
Ingat, anak yang hari ini cerewet bertanya, bisa jadi pemikir besar di masa depan.***