Reading: Mengatur Ulang Peran dan Ekspektasi Setelah Anak Lahir: Belajar Menyesuaikan, Bukan Saling Menuntut

Mengatur Ulang Peran dan Ekspektasi Setelah Anak Lahir: Belajar Menyesuaikan, Bukan Saling Menuntut

Lafa Zidan Alfaini
3 Min Read
Mengatur Ulang Peran dan Ekspektasi Setelah Anak Lahir: Belajar Menyesuaikan, Bukan Saling Menuntut

Cara Bijak Mengatur Ulang Peran dan Ekspektasi

Cara Bijak Mengatur Ulang Peran dan Ekspektasi

1. Bicara Jujur dan Terbuka

Ceritakan apa yang Bunda rasakan—lelah, butuh bantuan, atau bingung. Ajak pasangan berdialog tanpa menyalahkan.

2. Bagi Tugas Sesuai Kemampuan dan Kondisi

Tak harus adil 50:50, yang penting adil secara realistis. Misalnya, Bunda fokus menyusui, Ayah bisa bantu mandikan anak atau urus cucian.

Baca Juga  Perhatikan, Ini 2 Dampak Buruk KDRT Bagi Mental Anak

3. Fleksibel, Jangan Terpaku pada Ekspektasi Lama

Dulu rajin masak tiap hari? Sekarang mungkin cukup 2–3 kali seminggu, dan itu tidak apa-apa. Ubah standar sesuai situasi.

4. Saling Apresiasi, Bukan Membandingkan

Hargai upaya masing-masing. Ucapan “terima kasih” bisa jadi energi luar biasa.

5. Sisakan Waktu untuk Diri Sendiri dan Pasangan

Walau singkat, tetap cari waktu untuk recharge. Ibu dan Ayah yang utuh akan jadi orang tua yang lebih kuat.

6. Sadari: Tidak Ada Peran yang “Lebih Berat”

Semua peran penting. Jangan ukur siapa yang lebih capek, tapi bagaimana bisa saling menguatkan.

TAGGED:
Share this Article
Reading: Mengatur Ulang Peran dan Ekspektasi Setelah Anak Lahir: Belajar Menyesuaikan, Bukan Saling Menuntut