Komunikasi Jadi Kunci Utama

Langkah pertama adalah komunikasi terbuka dengan pasangan. Jangan hadapi intervensi keluarga besar sendirian.
Sampaikan dengan jujur perasaan Bunda dan cari solusi bersama. Pastikan pasangan menjadi mitra sejati, bukan hanya penengah.
Contohnya:
“Ayah kamu kemarin menyarankan agar anak langsung masuk les padahal kita sepakat mau fokus bermain dulu. Gimana ya cara ngobrolin ini tanpa bikin beliau tersinggung?”
Tetapkan Batasan Sehat
Menetapkan batasan bukan berarti memutus hubungan. Justru, ini adalah cara menunjukkan bahwa rumah tangga Bunda dan pasangan memiliki sistem sendiri. Batasan bisa berupa:
-
Siapa yang boleh ikut diskusi keputusan besar
-
Apa yang boleh dan tidak boleh dikomentari
-
Kapan waktunya menerima bantuan dan kapan harus mandiri
Pastikan menyampaikan batasan dengan cara yang sopan tapi tegas, dan selalu atas nama pasangan, bukan sepihak dari Bunda saja.