Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak: Membentuk Generasi Penuh Kasih

Lafa Zidan Alfaini
4 Min Read
Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak: Membentuk Generasi Penuh Kasih

Kapan Seharusnya Mulai Mengasah Empati?

Kapan Seharusnya Mulai Mengasah Empati?

Empati dapat dikembangkan sejak anak masih sangat kecil bahkan bayi.

Pada usia 18–30 bulan, anak mulai meniru perhatian terhadap orang lain, misalnya memberikan selimut pada yang kedinginan, menunjukkan bentuk awal empati melalui tindakan sederhana.

Cara Menumbuhkan Empati di Rumah

a. Jadilah Contoh yang Hangat

Anak sangat melihat: jika Bunda menunjukkan perilaku empati—meminta maaf, menghibur teman, berbagi cerita dengan lembut—mereka akan menirunya secara alami.

Baca Juga  Kelamin Bocah 8 Tahun Terpotong Saat Sunat Massal, Sampai Tak Bisa Buang Air Kecil

b. Bahas dan Tanyakan Perasaannya

Saat anak mengalami kejadian kecil, tanyakan:

  • “Kamu merasa sedih ya?”

  • “Bagaimana perasaan temanmu saat itu?”
    Hal ini membantu mereka mengenali dan menamai emosi, sekaligus memahami perasaan orang lain.

c. Gunakan Buku atau Cerita untuk Stimulasi

Lewat cerita, anak bisa diajak menempatkan diri dalam posisi tokoh. Misalnya: “Bagaimana jika kamu jadi Budi yang kehilangan mainannya?”

d. Latih Melalui Permainan Peran

Gunakan boneka atau situasi pura-pura untuk mengeksplorasi emosi: misalnya berpura-pura menjadi teman yang sedih, dan anak diminta memberi pujian atau pelukan.

e. Ajak Anak Membantu Orang Lain

Misalnya memberi makanan ke abang penjual di kompleks, atau membagikan mainan ke saudara. Aksi nyata ini mendorong rasa empati dan pembelajaran nilai sosial.

Baca Juga  Tertinggi di Asia, 57 Persen Ibu di Indonesia Alami Baby Blues Pasca Melahirkan

TAGGED:
Share this Article
Reading: Menumbuhkan Rasa Empati pada Anak: Membentuk Generasi Penuh Kasih