
Berapa Batas Gula untuk Anak?
WHO merekomendasikan gula bebas kurang dari 10% total energi harian untuk anak maupun orang dewasa. Pengurangan lebih lanjut hingga di bawah 5% dapat memberikan manfaat tambahan, terutama untuk kesehatan gigi. Angka gram yang tepat berbeda menurut kebutuhan energi anak, sehingga persentase ini tidak sebaiknya diterjemahkan menjadi satu angka yang sama untuk semua usia.
Untuk anak di bawah 2 tahun, WHO merekomendasikan tidak memberikan minuman berpemanis gula. American Academy of Pediatrics juga menganjurkan menghindari makanan dan minuman dengan gula tambahan pada anak di bawah 2 tahun. Ini merupakan periode penting untuk membangun preferensi terhadap rasa makanan dan minuman yang tidak terlalu manis.
7 Hal yang Perlu Bunda Perhatikan
1. Jadikan air putih sebagai pilihan utama
Untuk anak yang sudah berada pada usia sesuai untuk minum air, biasakan air putih sebagai minuman utama. American Academy of Pediatrics menyebut air dan susu plain sebagai pilihan utama untuk anak kecil, dengan jumlah susu disesuaikan usia dan kebutuhan.
2. Jangan tertipu kata “buah” pada kemasan
Minuman rasa buah tidak sama dengan buah utuh. Bahkan jus 100% tetap mengandung gula bebas menurut WHO dan tidak memiliki serat sebanyak buah utuh. Untuk keseharian, buah utuh lebih baik sebagai sumber buah.
3. Periksa gula tambahan dan daftar bahan
Baca informasi nilai gizi per sajian dan per kemasan. Perhatikan apakah satu botol berisi lebih dari satu sajian. Cek juga gula, sukrosa, glukosa, fruktosa, sirup, madu, atau pemanis lain pada daftar bahan.
4. “Gula aren” dan madu tetap perlu dibatasi
Gula aren mungkin terdengar lebih alami, tetapi tetap merupakan sumber gula. Kemenkes menegaskan bahwa kandungan mineralnya kecil dan tidak membuat minuman gula aren bebas risiko. Madu juga termasuk gula bebas menurut definisi WHO.