Sering Kasih Anak Minuman dengan Pemanis? Perhatikan Ini!

Syafaria Hadyandari
10 Min Read
Pilihan minuman untuk anak dan minuman berpemanis
Pilihan minuman untuk anak dan minuman berpemanis

5. Hati-hati minuman yang dianggap “sehat”

Susu rasa, yogurt drink, minuman vitamin, teh kemasan, atau minuman olahraga dapat mengandung gula tambahan. Nilai produknya berdasarkan label, bukan hanya klaim pada bagian depan kemasan.

6. Jangan mengganti gula dengan pemanis non-gula sebagai solusi utama

WHO menyarankan pengurangan gula bebas dilakukan tanpa mengandalkan pemanis non-gula. Untuk anak, tujuan jangka panjang adalah membiasakan rasa yang tidak terlalu manis, bukan sekadar mengganti jenis pemanis.

Baca Juga  Anak Mengerti Instruksi tapi Jarang Menjawab? Ini yang Perlu Bunda Amati

7. Ubah kebiasaan secara bertahap

Jika anak sudah terbiasa minuman manis, perubahan tidak harus dilakukan dengan konflik. Kurangi frekuensi, perkecil porsi, jangan selalu menyimpan minuman manis di tempat yang mudah terlihat, dan konsisten menyediakan air putih.

Bagaimana dengan Jus Buah?

Jus 100% buah berbeda dari minuman rasa buah karena tidak selalu mengandung gula tambahan. Namun, WHO tetap mengategorikan gula alami dalam jus sebagai gula bebas. AAP menyarankan jus tidak diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun; untuk anak yang lebih besar, porsinya dibatasi dan buah utuh tetap lebih diutamakan.

Jadi, label “tanpa gula tambahan” pada jus tidak berarti minuman tersebut bebas gula. Bunda tetap perlu memperhatikan porsi dan frekuensinya.

Baca Juga  Si Kecil Tak Percaya Diri? Jangan Dibiarkan Bunda, ini 4 Cara Agar Anak Tidak Pemalu

Bagaimana dengan Susu?

Susu plain mengandung laktosa, yaitu gula yang secara alami terdapat dalam susu, sekaligus menyediakan protein dan zat gizi lain. Ini berbeda dengan susu berperisa yang dapat mengandung gula tambahan. Untuk anak dengan kondisi medis, alergi, intoleransi, atau kebutuhan nutrisi khusus, pilihan susu sebaiknya didiskusikan dengan tenaga kesehatan.

Cara Membaca Label Minuman dalam 60 Detik

  1. Lihat ukuran sajian dan jumlah sajian per kemasan.
  2. Cari total gula dan, bila tersedia, gula tambahan.
  3. Bandingkan produk dengan ukuran sajian yang setara.
  4. Baca daftar bahan; bahan ditulis dari jumlah terbesar ke lebih kecil.
  5. Jangan hanya mengandalkan kata “natural”, “madu”, “buah”, atau “vitamin” pada bagian depan kemasan.
Baca Juga  Parenting Gen Alpha di Era AI: 7 Kebiasaan Baru agar Anak Tetap Kritis, Aman, dan Dekat dengan Orang Tua

Share this Article
Reading: Sering Kasih Anak Minuman dengan Pemanis? Perhatikan Ini!