Olahraga Ringan Setelah Melahirkan: Langkah Cerdas untuk Pemulihan dan Kebugaran Bunda

Lafa Zidan Alfaini
3 Min Read
Olahraga Ringan Setelah Melahirkan: Langkah Cerdas untuk Pemulihan dan Kebugaran Bunda

HALLOBUNDA.CO – Bunda, setelah melewati proses persalinan—apapun jenisnya—tubuh dan pikiran memerlukan waktu untuk pulih.

Salah satu cara yang efektif adalah dengan memulai olahraga ringan secara bertahap.

Aktivitas fisik ringan bukan hanya membantu mengembalikan kekuatan fisik, tetapi juga mendukung kesehatan mental dan mencegah depresi pasca melahirkan (baby blues).

Yuk, simak panduan lengkapnya agar Bunda kembali fit, sehat, dan penuh energi!

1. Kapan Bunda Bisa Mulai Olahraga Lagi?

Dikutip HALLOBUNDA.CO dari situs Mayo Clinic, jika persalinan berlangsung lancar dan tidak ada komplikasi, Bunda boleh mulai aktivitas ringan dalam beberapa hari setelah lahiran.

Baca Juga  Dibalik Lelahnya Ibu Bekerja, Ada Cinta yang Tak Pernah Berkurang

Namun, jika lewat operasi caesar atau ada jahitan yang harus pulih, sebaiknya menunggu setidaknya 4–6 minggu sebelum memulai, dan selalu konsultasi ke dokter terlebih dahulu.

2. Manfaat Olahraga Ringan Setelah Melahirkan

  • Mempercepat pemulihan fisik – Menguatkan otot inti, meredakan nyeri punggung dan pinggul, serta melancarkan sirkulasi darah.

  • Meningkatkan suasana hati dan energi – Riset menunjukkan aktivitas ringan seperti berjalan dapat menurunkan gejala baby blues maupun depresi pasca persalinan .

  • Mencegah kenaikan berat badan – Membantu membakar kalori ekstra dan mengoptimalkan metabolisme tubuh.

  • Memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi stres—dua hal yang sangat berharga saat menjadi ibu baru.

3. Jenis Olahraga Ringan yang Aman

Berikut contoh aktivitas ringan yang baik dilakukan di masa awal pasca melahirkan:

  • Jalan kaki santai – Bisa dimulai sehari setelah melahirkan jika kondisi Bunda memungkinkan.

  • Senam dasar/peregangan lembut – Fokus ke regangan otot punggung, paha, dan betis.

  • Latihan kegel (pelvic floor) – Menguatkan otot dasar panggul, penting untuk mengatasi inkontinensia & mendukung rahim pasca lahiran.

  • Latihan inti ringan – Seperti menarik napas dalam sambil menahan rahim secara perlahan, atau mengombinasikan body weight basics setelah mendapat lampu hijau dokter.

Baca Juga  Benarkah Wanita yang Sudah Melakukan KB Steril Masih Bisa Hamil? Cek Faktanya Yuk!

4. Bagaimana Memulainya dengan Tepat?

  1. Dapatkan izin dokter atau bidan sebelum memulai olahraga apapun.

  2. Mulai dari gerakan kecil: jalan 5–10 menit per hari, lalu tambahkan durasi secara bertahap.

  3. Perhatikan sinyal tubuh: hentikan jika terasa nyeri, pendarahan meningkat, atau kelelahan ekstrem.

  4. Kenakan bra atau pakaian yang mendukung agar payudara tidak terasa sakit saat bergerak.

  5. Padukan dengan gaya hidup sehat: cukup istirahat, konsumsi makanan bergizi, dan hidrasi optimal—semuanya saling mendukung.

5. Kendalikan Ekspektasi dan Tetap Penuh Kasih

Olahraga pasca melahirkan bukan soal seberapa cepat kembali ke bentuk sebelumnya. Ini perjalanan penuh kasih dan kesabaran.

Hargai setiap kemajuan kecil bentuk tubuh yang mulai lebih kencang, energi yang bertambah, atau suasana hati yang membaik.

Baca Juga  Ketahuan si Kecil Saat Bercinta? Tak Perlu Panik! Ini 3 Cara yang Harus Bunda Lakukan

Tak lupa, dukungan dari pasangan dan keluarga sangat signifikan untuk mendukung proses Pemulihan Bunda.

Olahraga ringan setelah melahirkan adalah bentuk self-care penting bukan sekadar mengejar penampilan, tetapi merawat tubuh dan jiwa agar Bunda bisa terus menyayangi dan merawat keluarga.

Dengan memulai pelan, mendengarkan tubuh, dan menjaga semangat, Bunda sedang membangun pondasi yang kuat untuk kebahagiaan jangka panjang.***

TAGGED:
Share this Article
Reading: Olahraga Ringan Setelah Melahirkan: Langkah Cerdas untuk Pemulihan dan Kebugaran Bunda