1. Menargetkan Anak-anak
Penggunaan vape pada saat ini sangat populer di kalangan anak-anak yang berusia 13 tahun hingga 15.
Hal ini bahkan menimbulkan kekhatiran bahwa generaso muda akan direkrut dan dijebak untuk meningkatkan penggunaan rokok elektrik.
2. Mengandung Bahan Kimia Beracun
Produk rokok elektrik ini dapat menghasilkan beberapa zat yang dapat menyebabkan kanker pada penggunanya.
Diketahui, rokok elektrik ini memiliki sekitar enam bahan kimia perasa, jumlah senyawa jauh lebih tinggi berada di rasa yang paling manis.
Beberapa bahan perasa dapat menjadi racun bagi saluran pernapasan, seperti benzyl alkohol, benzaldehyde, dan vanilin.
Tak hanya itu saja, ada tujuh puluh persen produk bahan kimia nitrosamin tembakau dan karsinogen mengakibatkan risiko gangguan kesehatan pengguna vape.
3. Menyebabkan Berbagai Macam Risiko Kesehatan
Rokok elektrik ini dapat menimbulkan iritasi hingga meradang di tenggorokan, hal tersebut bisa terjadi lantaran dari kandungan nikotin dapat meningkatkan enzim protase.
Dari nikotin itulah yang dapat menyebabkan lendir berlebih dan dapat merusak paru-paru dalam tubuh.
Bukan hanya itu saja, para ahli juga menunjukkan bahwa rokok elektrik ini bukanlah sebuah alternatif aman guna mengurangi rokok tembakau.
Meski tidak ada penjelasan terkait risiko kesehatan dalam jangka panjang, penggunaan vape pada anak muda mempengaruhi perkembangan otak.
Tak hanya itu saja, begitu juga akan memiliki risiko kesehatan yang akan menyerang jantung dan juga paru-paru.
Jika Bunda dan Ayah sudah mengetahui beberapa alasannya, maka dari itu jangan sampai anak-anak merasakan rokok elektrik tersebut.***