Dikutip di webmd balita usia 1 dan 3 tahun benar-benar menjauh dari masa bayi untuk mencari petualangan baru. Mereka belajar berbicara, berjalan dan berlari, dan menegaskan kemandirian mereka.
Bagi banyak orang di kelompok usia ini, “di luar” dan “bermain” menjadi permintaan umum. Sebagai orang tua harus fokus untuk menjaga keamanan si Kecil.
Tindakan pencegahan pengawasan dan keselamatan, seperti gerbang dan penutup stopkontak listrik, adalah penting.
Misalnya orang tua mengajak si Kecil menjelajah. Hal ini juga memberikan balita kesempatan untuk melatih keterampilan motorik yang penting.
Baik itu menendang bola atau menaiki tangga, mereka dapat bertahan sampai melakukannya dengan benar. Melakukan hal itu tidak hanya menambah keterampilan, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kompetensi mereka.
Dengan kata lain, mereka mulai berpikir: “Saya bisa melakukannya!”.
Tips Eksplorasi Aman dan Bahagia
Jika Bunda melihat si Kecil melakukan sesuatu yang berbahaya, tidak sehat, atau merusak berjalan dengan pena, makan krayon, atau melempar batu.
Misalnya beri tahu mereka dengan lembut tentang penggunaan benda yang tepat: “Kursi untuk duduk, bukan berdiri” atau ” Bunda bisa membenturkan sendok ke panci, tapi itu bukan untuk memukul orang”.
Cobalah untuk tidak bereaksi lebih kuat dari situasi yang diminta.
Balita sering mendorong batas dan mengabaikan permintaan awal Bunda. Jika pengingat tidak berfungsi, coba alihkan mereka dengan aktivitas dan item lain, atau gunakan waktu jeda jika diperlukan.
Jadi membiarkan anak bereksplorasi adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa balita mendapatkan aktivitas fisik harian yang cukup.
Selain itu, eksplorasi yang bisa dilakukan di rumah salah satunya seperti berpelukan dengan bundanya.
Ini merupakan proses eksplorasi yang memberikan afeksi pada anak.
Demikian juga dengan proses belajar berjalan atau berdiri. Berikan banyak waktu setiap hari agar anak Bunda aktif bereksplorasi sepanjang hari.***