Yuk Kenali Pewarna Alami Merah Karmin! Yang Sempat Diharamkan PWNU Jatim

Lafa Zidan Alfaini
6 Min Read
Yuk Kenali Pewarna Alami Merah Karmin! Yang Dihalalkan MUI dari Serangga Cochineal

Bahan pelapis dapat menggunakan sumber gelatin yang umumnya berasal dari gelatin hewani.

Tak hanya itu saja, bahan pengemulsi dapat menggunakan turunan asam lemak yang berasal dari asam lemak hewani.

Mengingat bahan tambahan pada pewarna alami tersebut menggunakan dari bahwa hewan, maka harus dipastikan bahwa bahan tersebut berasal dari hewan halal yang diproses secara halal.

Kandungan utama dalam pewarna cochineal adalah cochinealin atau asam karminat, yang memberikan warna merah yang kuat.

Selain itu pewarna ini mengandung gliseril miristat dan coccerin, proses produksi warna merah tersebut melibatkan serangga dari tanaman kaktus mereka dengan hati-hati.

Serangga tersebut kemudian dibunuh dengan berbagai cara seperti direndam dalam air panas.

Baca Juga  Hati-hati! Cuaca Panas di Indonesia, Bisa Sebabkan 4 Gangguan Kesehatan Lansia dan Anak

Penting untuk dicatat bahwa untuk menghasilkan pewarna merah karmin yang signifikan, diperlukan jumlah serangga yang sangat besar.

Sekitar tujuh puluh ribu serangga cochineal untuk menghasilkan satu pon atau setengah kilogram pewarna alami untuk makanan dan juga kosmetik.

Namun, pengumpulan serangga ini juga telah menjadi perhatian lantaran dampaknya terhadap ekosistem kaktus ke tempat mereka hidup.

Jadi Bunda tak perlu khawatir lagi jika nanti ingin membeli sebuah produk yang ada pewarna merah karmin dari serangga cochineal.***

 

Share this Article
Reading: Yuk Kenali Pewarna Alami Merah Karmin! Yang Sempat Diharamkan PWNU Jatim