Selain gangguan kognitif, polusi udara juga berkaitan erat dengan stunting pada anak.
Dikutip dari situs tanotofoundation.org, stunting adalah jenis malnutrisi yang ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata dan tidak sesuai dengan usia.
Polutan yang dihirup anak dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan, sirkulasi oksigen yang terganggu membuat jumlah oksigen dalam tubuh menjadi lebih rendah.
Ketika sirkulasi terganggu, oksigen yang dibawa akan menjadi lebih rendah dan anak akan kekurangan oksigen secara defisit minor.
Jika hal itu terjadi secara terus menerus, jangka panjang akibatnya pertumbuhan menjadi lebih lambat.
Anak-anak yang mengalami stunting di usia dini, maka IQ atau kecerdasannya rendah saat usia 40 tahun nanti.
Hal ini membuat intervensi tepat pada anak stunting tidak bisa sembarangan dan harus sesuai arahan serta pantauan dari dokter.
Jika tidak dilakukan intervensi tepat, akan menghasilkan berat bayi rendah yang mencetuskan stunting baru.
Ketika intervensi berlebih, akan menghasilkan gemuk sampai pendek yang menjadi pemicu penyakit tidak menular seperti diabetes.
Mungkin Bunda belum mengetahui cara mencegah si Kecil agar tidak mengalami stunting, berikut pencegahannya.
5 Cara Pencegahan Stunting Pada si Kecil

Belakangan ini stunting sedang hangat diperbincangkan oleh banyak orang, khususnya para ibu-ibu.
Dikutip dari situs promkes.kemkes.go.id, langkah pencegahan stunting sangat perlu dilakukan, simak selengkapnya berikut ini.
1. Memenuhi Kebutuhan Gizi
Tindakan yang relatif ampuh bisa dilakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi pada anak adalah selalu memenuhi gizi sejak kecil.
Bunda harus selalu menyiapkan makanan sehat nan bergizi maupun suplemen yang telah dianjurkan dokter, untuk mencegah hal tersebut terjadi pada sang buah hati.