Anak Belum Lancar Bicara? Kenali Tanda Peringatan Sesuai Usia

Syafaria Hadyandari
8 Min Read
Ibu mengamati perkembangan bicara anak saat membaca buku bersama.
Ibu mengamati perkembangan bicara anak saat membaca buku bersama.

HALLOBUNDA.CO – Saat si Kecil belum banyak bicara, Bunda mungkin mendengar komentar, “Nanti juga bisa sendiri.” Setiap anak memang berkembang dengan ritme berbeda. Namun, ada beberapa tanda perkembangan komunikasi yang sebaiknya tidak hanya ditunggu. Mengenali red flag speech delay sejak dini membantu keluarga mengambil langkah yang tepat tanpa terburu-buru memberi label pada anak.

Speech delay atau keterlambatan bicara mengacu pada kemampuan berbicara yang berkembang lebih lambat daripada yang diharapkan untuk usia anak. Bahasa lebih luas daripada bicara: mencakup kemampuan memahami pesan, menggunakan kata dan kalimat, serta berinteraksi. Karena itu, perhatian Bunda tidak cukup hanya pada banyaknya kata yang diucapkan.

Baca Juga  Anak Belum Lancar Bicara? Pantau 5 Pola Ini Sebelum Menyimpulkan Speech Delay

Apa Itu Red Flag Speech Delay?

Red flag speech delay adalah tanda yang menunjukkan perlunya penilaian lebih lanjut terhadap perkembangan bicara, bahasa, pendengaran, dan komunikasi anak. Red flag bukan diagnosis. Anak yang menunjukkan satu tanda belum tentu mengalami gangguan tertentu, tetapi orang tua sebaiknya tidak menunda konsultasi hanya karena anak tampak aktif atau memahami beberapa instruksi.

Tanda Peringatan Bicara dan Bahasa Berdasarkan Usia

Usia sekitar 12 bulan

Perhatikan bila anak sangat jarang mengoceh, minim gestur seperti melambaikan tangan atau menunjuk, atau kurang merespons suara dan panggilan. Pada usia ini, komunikasi tidak harus berupa kata yang sempurna; kontak sosial, suara, dan gestur juga penting. Bila Bunda khawatir respons terhadap suara berkurang, pemeriksaan pendengaran layak dipertimbangkan.

Baca Juga  Red Flag Speech Delay: 7 Tanda Perkembangan Bicara Anak yang Perlu Bunda Perhatikan

Usia sekitar 18 bulan

Anak umumnya mulai mencoba mengucapkan beberapa kata selain “mama” atau “papa” dan mengikuti instruksi satu langkah tanpa bantuan gestur. Bila anak belum mencoba mengatakan kata-kata tersebut, tidak menunjuk untuk menunjukkan hal menarik, atau tampak kesulitan memahami instruksi sederhana, bicarakan dengan dokter. Gunakan milestone sebagai panduan, bukan ujian yang harus lulus persis pada hari ulang tahun.

Usia sekitar 2 tahun

Pada usia 2 tahun, salah satu milestone CDC adalah menggabungkan sedikitnya dua kata, misalnya “mau susu”. Jika anak belum menggabungkan dua kata, hanya mengandalkan gestur untuk menyampaikan sebagian besar kebutuhan, atau sangat sulit dipahami bahkan oleh keluarga, evaluasi perkembangan dapat membantu. Pemahaman bahasa, interaksi, dan pendengaran juga perlu dilihat.

Baca Juga  Ketahui Cara Atasi Speech Delay dan Tantrum Yuk! Salah Satunya Dengan Terapis Spesialis

Usia sekitar 3 tahun

Banyak anak usia 3 tahun sudah dapat melakukan percakapan sederhana dengan setidaknya dua kali saling bergantian berbicara dan mengajukan pertanyaan seperti “apa”, “di mana”, atau “mengapa”. Bila anak jarang melakukan percakapan timbal balik, sulit menjelaskan kebutuhan, atau orang lain hampir tidak memahami ucapannya, konsultasi dapat membantu menentukan dukungan yang sesuai.

Usia sekitar 4–5 tahun

Pada usia prasekolah, anak biasanya makin mampu bercerita, menjawab pertanyaan, menggunakan kalimat lebih kompleks, dan berbicara cukup jelas untuk dipahami. Kesulitan yang menetap dalam menyusun kalimat, memahami percakapan, bercerita, atau menghasilkan bunyi tertentu perlu dilihat dalam konteks usia, bahasa sehari-hari, dan keseluruhan perkembangan. Tidak semua kesalahan pengucapan berarti speech delay.

Share this Article
Reading: Anak Belum Lancar Bicara? Kenali Tanda Peringatan Sesuai Usia