
Tanda yang Perlu Diperhatikan pada Usia Berapa Pun
- Anak kehilangan kata, gestur, atau kemampuan komunikasi yang sebelumnya sudah dimiliki.
- Respons terhadap suara atau nama tampak tidak konsisten, termasuk setelah infeksi telinga berulang.
- Anak jarang berusaha berkomunikasi dua arah melalui suara, gestur, tatapan, atau kata.
- Anak sering frustrasi karena kesulitan menyampaikan kebutuhan atau memahami percakapan.
- Ada kekhawatiran bersamaan pada interaksi sosial, bermain, atau perkembangan lainnya.
Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki perlu segera dibicarakan dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan pendengaran juga penting karena masalah pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa, termasuk bila anak pernah lolos skrining pendengaran saat bayi.
Mengapa Anak Bisa Terlambat Bicara?
Penyebabnya beragam, misalnya gangguan pendengaran, kesulitan produksi bunyi, keterlambatan bahasa ekspresif atau reseptif, dan kondisi perkembangan tertentu. Ada pula anak yang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan bahasa tanpa satu penyebab yang langsung terlihat. Anak bilingual tidak otomatis mengalami keterlambatan bahasa hanya karena menggunakan dua bahasa; penilaian perlu memperhatikan kemampuan pada seluruh bahasa yang digunakan.
5 Langkah yang Bisa Bunda Lakukan
1. Catat kemampuan yang sudah terlihat
Tuliskan kata, gestur, respons terhadap instruksi, dan contoh percakapan anak. Sertakan kapan kemampuan mulai muncul serta hal yang membuat Bunda khawatir. Catatan konkret lebih berguna daripada sekadar membandingkan jumlah kata dengan anak lain.
2. Ajak berbicara saat rutinitas harian
Ceritakan aktivitas sederhana seperti mencuci tangan, menyiapkan makanan, atau membereskan mainan. Gunakan kalimat pendek yang sesuai kemampuan anak, beri jeda agar anak dapat merespons, dan ikuti minatnya.
3. Baca buku dan bermain bergantian
Tunjuk gambar, sebutkan nama benda, lalu tunggu respons anak. Jika anak mengatakan satu kata, Bunda bisa memperluasnya: “bola” menjadi “iya, bola merah”. Permainan bergiliran membantu anak memahami pola komunikasi dua arah.
4. Jangan memaksa anak mengulang
Berikan contoh ucapan yang jelas tanpa mengoreksi terus-menerus atau membuat anak malu. Respons yang hangat dapat menjaga motivasi anak untuk mencoba berkomunikasi.
5. Konsultasikan tanpa menunggu terlalu lama
Jika milestone penting belum tercapai, kemampuan menurun, atau naluri Bunda mengatakan ada sesuatu yang perlu diperiksa, diskusikan dengan dokter anak. Dokter dapat merekomendasikan skrining perkembangan, pemeriksaan pendengaran oleh audiolog, dan asesmen oleh terapis wicara sesuai kebutuhan.
Bunda Tidak Harus Menebak Sendiri
Memantau perkembangan bicara bukan tentang mengejar anak lain, melainkan memahami cara si Kecil berkomunikasi hari ini dan apa yang ia butuhkan berikutnya. Simpan catatan perkembangan, ajak anak berinteraksi setiap hari, dan jangan ragu mencari penilaian profesional ketika muncul tanda peringatan.
Untuk bacaan lanjutan, jelajahi artikel Hallo Bunda tentang bahasa ekspresif dan reseptif, checklist kosakata anak 2–5 tahun, serta stimulasi artikulasi sederhana. Langkah kecil yang konsisten akan lebih bermakna ketika disesuaikan dengan kebutuhan anak.
FAQ (People Also Ask)
Apa yang dimaksud red flag speech delay?
Tanda yang menunjukkan perkembangan bicara, bahasa, atau komunikasi anak perlu dinilai lebih lanjut. Tanda ini bukan diagnosis.
Apakah anak 2 tahun yang belum menggabungkan dua kata perlu diperiksa?
Ya, hal itu layak dibicarakan dengan dokter karena menggabungkan sedikitnya dua kata termasuk milestone CDC pada usia 2 tahun.
Apakah anak yang paham instruksi pasti tidak mengalami speech delay?
Tidak. Anak dapat memahami sebagian bahasa tetapi masih mengalami kesulitan mengekspresikan diri melalui kata atau kalimat.
Apakah masalah pendengaran bisa menyebabkan anak terlambat bicara?
Bisa. Gangguan pendengaran dapat memengaruhi perkembangan bicara dan bahasa sehingga pemeriksaan pendengaran mungkin diperlukan.
Apakah penggunaan dua bahasa menyebabkan speech delay?
Tidak. Penggunaan dua bahasa tidak dengan sendirinya menyebabkan gangguan bicara atau bahasa.
Apa yang dilakukan jika anak kehilangan kata yang sebelumnya bisa diucapkan?
Segera diskusikan dengan dokter anak karena kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki memerlukan evaluasi.
Apakah stimulasi di rumah cukup tanpa terapis wicara?
Interaksi di rumah bermanfaat, tetapi tidak menggantikan evaluasi profesional bila terdapat tanda peringatan.

Subscribe to my channel