HALLOBUNDA.CO – Anak belum banyak bicara sering membuat orang tua langsung memikirkan speech delay. Padahal, perkembangan komunikasi tidak hanya dinilai dari berapa banyak kata yang sudah diucapkan. Cara anak memahami bahasa, menggunakan gestur, merespons orang lain, menggabungkan kata, serta mempertahankan kemampuan yang sudah dimiliki juga memberikan informasi penting.
Developmental milestone dapat membantu Bunda memantau perkembangan, tetapi bukan alat diagnosis. CDC menjelaskan bahwa milestone menggambarkan kemampuan yang dilakukan sebagian besar anak pada usia tertentu dan checklist perkembangan tidak menggantikan skrining perkembangan yang terstandar. ASHA juga menegaskan milestone komunikasi bukan alat skrining atau diagnosis. Karena itu, red flag sebaiknya dipahami sebagai alasan untuk mencari penilaian lebih lanjut, bukan sebagai kesimpulan bahwa anak pasti mengalami gangguan tertentu.
Apa yang Dimaksud Red Flag Speech Delay?
Dalam konteks sehari-hari, red flag speech delay dapat dipahami sebagai tanda pada perkembangan bicara atau bahasa yang membuat orang tua perlu berdiskusi dengan dokter anak, audiolog, atau terapis wicara/speech-language pathologist. Tanda tersebut perlu dilihat bersama usia anak, kemampuan memahami bahasa, kualitas interaksi, pendengaran, bahasa yang digunakan di rumah, serta perkembangan di area lain.
7 Tanda yang Perlu Bunda Perhatikan
1. Kata dan kombinasi kata belum berkembang sesuai rentang usia
Pada usia 18 bulan, CDC mencantumkan upaya mengucapkan tiga kata atau lebih selain “mama” atau “dada” sebagai salah satu milestone bahasa. Pada usia 2 tahun, kebanyakan anak sudah mengatakan setidaknya dua kata bersama, seperti “mau susu”. Pada 30 bulan, CDC mencantumkan sekitar 50 kata dan kombinasi dua kata atau lebih yang menyertakan kata tindakan. Bila banyak milestone komunikasi pada rentang usia anak belum terlihat, diskusikan dengan tenaga kesehatan daripada hanya menunggu.
2. Anak sangat sedikit menggunakan gestur untuk berkomunikasi
Komunikasi muncul sebelum kalimat panjang. Menunjuk, mengangguk, melambaikan tangan, menunjukkan benda, atau menggunakan ekspresi untuk berbagi maksud merupakan bagian penting dari komunikasi awal. CDC mencantumkan penggunaan gestur selain melambaikan dan menunjuk, seperti mengangguk “ya”, pada milestone usia 2 tahun. Jika anak jarang menggunakan kata maupun gestur untuk menyampaikan kebutuhan atau berbagi perhatian, catat polanya dan sampaikan saat konsultasi.
3. Sulit memahami bahasa atau mengikuti instruksi sesuai usia
Speech delay sering dibicarakan sebagai masalah “belum bicara”, tetapi pemahaman bahasa juga penting. Pada usia 2 tahun, CDC mencantumkan kemampuan menunjuk bagian tubuh ketika diminta. Pada 30 bulan, salah satu milestone kognitif adalah mengikuti instruksi dua langkah seperti meletakkan mainan lalu menutup pintu. Bila anak tampak sering tidak memahami bahasa sederhana yang sesuai usia, evaluasi perlu melihat bahasa reseptif, bukan hanya jumlah kata yang diucapkan.
4. Kemampuan bicara tidak menunjukkan kemajuan atau komunikasi sangat terbatas
Setiap anak berkembang dengan ritme berbeda, tetapi pola perkembangan dari waktu ke waktu tetap penting. ASHA menyarankan orang tua mencari penilaian bila anak tidak mencapai banyak milestone komunikasi dalam rentang usianya. Catatan sederhana tentang kata baru, cara meminta sesuatu, kemampuan menjawab, dan interaksi dua arah dapat membantu Bunda melihat apakah kemampuan anak terus bertambah atau cenderung stagnan.

Subscribe to my channel